ADVERTISEMENT

Senin, 06 Jun 2022 08:34 WIB

Viral Pengendara Pelat RFH Pukul Anak DPR, Mengapa Sulit Kontrol Emosi?

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Pengemudi pelat RFH pukuli warga di Tol Gatsu (dok. tangkapan layar video) Foto: Pengemudi pelat RFH pukuli warga di Tol Gatsu (dok. tangkapan layar video)
Jakarta -

Baru-baru ini viral sebuah video memperlihatkan pengemudi mobil berpelat RFH sedang memukul seorang pemuda yang ternyata anak anggota DPR Indah Kurniawati, bernama Justin Fredrick. Pemukulan diketahui dilakukan oleh anak dari Ketua Pemuda Bravo 5 Ali Fanser Marasabessy, yaitu Faisal Marasabessy.

Sekretaris Pemuda Pejuang Bravo 5 Ahmad Zazali menyampaikan kronologi versi pihaknya. Menurut Zazali, Ali Fanser Marasabessy mengaku lebih dulu dipukul oleh Justin Frederick. Versi Ahmad Zazali, dia menyebut awalnya Justin Frederick mengacungkan jari tengah saat mobilnya didahului oleh Ali Fanser Marasabessy. Ali Fanser Marasabessy lantas menghentikan mobil Justin.

"Bahwa perlu kami luruskan yang terjadi sebenarnya adalah JF yang terlebih dahulu mengacungkan jari tengah ketika mobilnya didahului oleh kendaraan yang ditumpangi AFM," ujar Ahmad Zazali dalam keterangan tertulis, Minggu (5/6/2022).

Ahmad Zazali akhirnya menyatakan perkelahian terjadi karena Justin tidak terima diberhentikan dan dimintai keterangan kenapa mengacungkan jari tengah ke Ali Fanser Marasabessy.

Sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi antara pengendara mobil pajero yang memukul pengendara mobil yaris di Gerbang Tol Tomang, Minggu (22/5). Psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space Veronica Adesla menyatakan ketika itu, banyak penyebab yang membuat cekcok antar pengendara di jalanan terutama pelanggaran lalu lintas dan gaya berkendara pribadi.

"Tension saat berkendara, pelanggaran aturan lalu lintas, gaya berkendara pribadi penyebab psikologis orang mudah marah saat berkendara," ujarnya pada detikcom, Senin (23/5).

Untuk menghindari baku hantam di jalan, ia memberi pesan kepada pengendara yang terlibat konflik di jalan untuk selalu menjaga intonasi bicara, bersikap sportif dan objektif dalam permasalahan, dan fokus mencari solusi ketika berdebat.

"Atur intonasi bicara, hindari menggunakan suara tinggi atau naik karena akan semakin membuat suasana memanas. Bersikap sportif dan objektif berdasarkan fakta, kalau salah minta maaf, kalau orang lain salah sampaikan fakta dengan cara tepat," pesannya.

"Fokus pada solusi, seperti dengan menggunakan kata-kata 'jadi kalau dari anda maunya (solusinya) bagaimana?'," sambungnya.

Menurut Veronica, baiknya tetap melibatkan aturan hukum berlaku dan bila perlu libatkan pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah.

"Tetap mengacu pada aturan hukum, bila perlu libatkan aparat kepolisian," pungkasnya.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT