ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jun 2022 06:30 WIB

Perjuangan Fitri Tropica Susui Anak Kedua, Sempat Panik ASI Tak Keluar

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Gaya hijab Fitri Tropica Fitri Tropica (Foto: Instagram/fitrop)
Jakarta -

Perjalanan menyusui tiap ibu, tentunya, berbeda-beda. Ada yang lancar dan ada juga yang menemukan hambatan dari awal menyusui buah hati.

Presenter Fitri Tropica, atau yang lebih akrab dipanggil Fitrop, mengalami hambatan saat memberikan ASI kepada anaknya. Ia sempat khawatir karena ASI tidak keluar usai melahirkan putri keduanya secara caesar di RSIA Bina Medika Bintaro pada (11/4/2022) lalu.

Artis ini sempat membagikan kisah perjuangan pemberian ASI kepada bayi keduanya, Kamya, dalam unggahan Instagram Stories dari akun pribadinya (@fitrop) yang lalu dijadikan highlights dengan judul ASI 2.0.

Setelah melahirkan anak pertamanya, Sada, di tahun 2019, Fitrop menyebutkan bahwa pengalaman memberikan ASI kedua anaknya berbeda. Saat pertama kali memberikan Kamya ASI, ia melakukan berbagai cara agar anaknya mendapatkan ASI yang cukup.

Perjalanan Fitrop Menyusui Putri Keduanya

Sebelum melahirkan Kamya, Fitrop bercerita bahwa ia sempat berusaha untuk memberikan afirmasi positif pada dirinya sendiri, bahwa ASI akan keluar saat putrinya lahir.

"Bismillah adek lahir ASI keluar," tulisnya pada Instagram @fitrop.

Sayangnya, saat anaknya telah lahir, ASI yang keluar hanyalah berupa titik-titik ASI saja, berbeda saat melahirkan Sada. Pada anak pertamanya, ASI langsung mengalir.

Pada hari pertama memberikan ASI pada Kamya, Fitrop berdoa sembari memijat payudaranya dengan harapan aliran ASI akan terbuka. Artis kelahiran 1987 tersebut mendapatkan bantuan dengan mengonsumsi obat pelancar ASI.

Selain itu, ia juga terus memberikan afirmasi positif untuk meyakinkan dirinya bahwa ASI yang keluar akan sebanyak saat memberikan ASI pada anak pertamanya.

Fitrop tetap pantang menyerah ketika memasuki hari kedua. Ia berusaha untuk memberikan Kamya ASI dengan harapan bahwa anaknya tersebut dapat merangsang aliran ASI dan membuka jalur. Untungnya, perlahan-lahan ASI muncul lebih banyak.

Lalu, pada hari ketiga, ASI-nya mulai menetes, tapi, ia tidak dapat melakukan pumping. Hal itu karena pompa ASI di rumah sakit tidak cocok dengannya.

Di hari yang sama, Fitrop tetap melanjutkan konsumsi obat pelancar ASI agar alirannya lancar dan menghindari mastitis atau peradangan pada payudara.

Ia juga bercerita bahwa ia sempat memiliki keinginan untuk melakukan pijat laktasi sebelum terjadi demam dan pembengkakan pada payudaranya, tapi, niatnya diurungkan.

Hal ini karena bengkaknya perlahan-lahan hilang setelah rajin melakukan pumping dan memberikan Kamya ASI secara langsung.

Tidak hanya menceritakan pengalamannya, Fitrop juga memberikan semangat pada para ibu yang tengah mengalami hal yang sama.

"Semangat. Aku pun berawal dari cuma titik-titik semu. Ikhtiar bisa kok dapet segini. Jangan patah semangat yaa," kata Fitrop.

Sebenarnya, apa penyebab terjadinya hambatan pada aliran ASI ini?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Solusi untuk Ibu Positif Covid-19 Bila Tak Sanggup Menyusui Bayi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT