ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Jun 2022 09:45 WIB

Sama-sama Menyerang Sendi, Ini Perbedaan Asam Urat dan Rematik

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Tanda asam urat Perbedaan asam urat dan rematik. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Boyloso)
Jakarta -

Apa perbedaan asam urat dan rematik? Mengingat tak sedikit orang yang menganggap kalau rematik serupa dengan asam urat. Alasannya karena kedua kondisi tersebut sama-sama menyebabkan masalah pada sendi berupa nyeri. Padahal, asam urat dan rematik adalah dua keluhan kesehatan yang berbeda loh.

Informasi perbedaan penyakit ini menjadi penting agar tak salah menentukan langkah awal yang paling tepat sebagai penanganan untuk masing-masing kondisi tersebut.

Perbedaan Asam Urat dan Rematik

Simak perbedaan asam urat dan rematik di bawah ini.

Asam Urat

Dikutip dari Medical News Today, Rabu (8/6/2022) penyakit asam urat atau gout adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukkan kristal asam urat atau uric acid. Kondisi yang dikenal gout ini juga bisa terjadi pada area sendi mana pun, seperti pergelangan kaki, jari kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki.

Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, pada kondisi tertentu, asam urat juga dapat menumpuk akibat tubuh menghasilkan asam urat dalam jumlah tinggi atau mengalami gangguan dalam membuat kelebihan asam urat.

Apabila kadar asam urat di dalam darah sudah berlebihan, ini akan menyebabkan pembentukan kristal di sendi. Kristal ini akan memicu peradangan, sehingga pengidap akan mengalami gejala nyeri dan bengkak pada sendi, biasanya di kaki.

Selain di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu ginjal atau batu saluran kemih.

Meskipun demikian, penyebab pasti dari penyakit asam urat ini masih belum diketahui pasti. Kondisi ini juga bisa diwariskan secara genetik, serta lebih sering terjadi pada pria, wanita setelah menopause, hingga orang yang berusia lanjut (lansia).

Beberapa orang yang mengidap asam urat tinggi dan rendah biasanya tidak selalu memiliki gejala. Gejala mungkin akan muncul sampai seseorang memiliki kadar asam urat di luar kisaran normal untuk waktu yang lama. Berikut informasinya.

  • Sendi yang sakit atau bengkak
  • Persendian yang terasa hangat saat disentuh
  • Kulit mengkilat dan berubah warna di sekitar persendian

Gejala batu ginjal yang juga dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi, meliputi:

  • Sakit punggung
  • Sering buang air kecil
  • Urine yang keruh, berbau tidak biasa, atau mengandung darah
  • Mual atau muntah

Rematik

Dikutip dari Everyday Health, (8/6), rematik atau Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun dan peradangan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, otot, tulang, dan organ-organ lainnya. Kumpulan penyakit rematik ini sering masuk ke dalam kategori 'radang sendi'.

Mirip dengan jenis radang sendi lainnya, rematik cenderung menyakitkan, kronis, dan progresif atau makin memburuk dari waktu ke waktu.

Adapun gejala rematik di antaranya:

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi atau persendian
  • Kekakuan sendi yang berlangsung setidaknya satu jam di pagi hari
  • Nyeri kronis atau nyeri tekan pada sendi atau persendian
  • Kemerahan di area persendian
  • Gerakan terbatas pada sendi atau sendi yang terkena
  • Kelelahan

Oleh karena itu, perbedaan asam urat dan rematik bisa dilihat dari penyebabnya. Penyebab rematik adalah gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun atau kekebalan secara keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Sedangkan penyebab asam urat adalah kelebihan kadar zat asam urat (uric acid) di dalam darah. Kadar asam urat yang terlampau tinggi akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat di sendi, cairan, dan jaringan di dalam tubuh hingga kemudian menimbulkan rasa nyeri pada sendi.



Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT