ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 06:30 WIB

8 Jenis Penyakit Paru-Paru Ini Harus Diwaspadai, Asma hingga Bronkitis

Tasya Kania Azzahra Choerunisa - detikHealth
Doctors physical examination for screening lung cancer Paru-paru (Foto: Getty Images/iStockphoto/sittithat tangwitthayaphum)
Jakarta -

Paru-paru memiliki peran penting dalam tubuh, yaitu berfungsi untuk mengatur oksigen dan karbondioksida. Ketika bernapas, oksigen yang dihirup akan masuk ke paru-paru. Sedangkan karbondioksida yang berada di dalam darah akan keluar saat menghembuskan napas ke udara.

Jika mengalami gangguan pada paru-paru, hal ini akan mempengaruhi proses pertukaran udara. Sebenarnya, ada banyak penyakit yang dapat menyebabkan gangguan paru-paru.

Biasanya penyakit paru-paru juga ditandai dengan sesak napas, napas yang pendek, atau batuk terus-menerus.

8 Jenis Penyakit Paru-Paru

Dikutip dari American Lung Association, Rabu (8/6/2022), berikut 8 jenis penyakit paru-paru yang perlu diwaspadai.

1. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh kuman, bakteri, virus, atau jamur yang menyerang kantung udara paru-paru. Jenis penyakit paru-paru yang satu ini memiliki gejala bervariasi dari ringan hingga berat seperti batuk yang terus-menerus.

Penyakit ini bisa menyebar melalui batuk, bersin, udara, bahkan mereka yang tidak menunjukkan gejala pneumonia. Kebanyakan orang bisa sembuh dari pneumonia dalam satu sampai tiga minggu. Juga, penyakit ini bisa dicegah dengan vaksin flu tahunan.

2. Bronkitis

Salah satu gangguan paru-paru yang menyebabkan saluran udara di paru-paru (bronkus) meradang adalah bronkitis. Penyakit ini dapat menyebabkan batuk parah disertai dengan lendir, nyeri dada, dan sesak napas.

Bronkitis biasanya disebabkan oleh virus atau menghirup sesuatu yang dapat mengiritasi paru-paru, seperti asap rokok, debu, dan polusi udara.

3. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis termasuk ke dalam istilah PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Penyebab dari penyakit ini adalah merokok. Namun, beberapa kondisi seperti polusi udara hingga gas beracun juga bisa memicu bronkitis kronis.

Bronkitis kronis biasanya dialami oleh pasien yang sudah pernah terkena bronkitis atau memiliki riwayat keluarga bronkitis. Adapun gejalanya ditandai dengan batuk yang mengeluarkan lendir selama tiga bulan lebih.

Selain itu, penyakit bronkitis akut umumnya tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikontrol dengan perawatan medis.

4. Asma

Asma adalah salah satu gangguan paru-paru kronis yang belum bisa disembuhkan. Penyakit ini menyebabkan saluran napas menyempit, membuat udara yang masuk dan keluar menjadi lebih sulit, sehingga pengidapnya akan kesulitan untuk bernapas.

Walaupun asma belum bisa disembuhkan secara total, kondisi ini masih bisa dikontrol dengan perawatan medis dan menjauhi pemicu asma.

5. Bronkiolitis

Penyakit paru-paru berikutnya adalah bronkiolitis. Bronkiolitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan umumnya terjadi pada anak-anak. Gejala bronkioliitis biasanya mirip flu biasa, yaitu hidung meler, demam, hidung tersumbat, batuk, dan kehilangan nafsu makan. Gejalanya dapat memburuk setelah beberapa hari. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan perawatan medis di rumah sakit.

6. PPOK

PPOK atau penyakit paru obstruktif kronik adalah penyakit paru-paru jangka panjang yang membuat pasiennya kesulitan untuk bernapas. Menurut American Lung Association, penyakit ini meliputi bronkitis kronis dan emfisema.

Penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga oleh penyakit di Amerika Serikat. Bahkan lebih dari 16,4 juta orang telah didiagnosis menderita PPOK. Ada banyak penyebab dari PPOK, salah satunya adalah rokok.

7. Tuberkulosis (TBC)

TBC adalah salah satu gangguan paru-paru yang umum terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. TBC menular melalui udara dan air liur.

Namun, penularan TBC juga bisa terjadi akibat kontak erat dna interaksi dengan pengidap TBC. Selain itu, virus TBC bisa menyebar ke berbagai organ seperti tulang dan kelenjar getah bening.

8. Emboli paru

Gangguan paru-paru yang terakhir adalah emboli paru, yaitu kondisi salah satu arteri paru-paru yang tersumbat oleh gumpalan darah beku di pembuluh darah yang mengalir dari kaki ke arah paru-paru.

Penyakit emboli paru bisa menyebabkan batuk darah, tekanan darah rendah, sesak napas, dan nyeri dada. Biasanya penyakit ini diidap oleh lansia yang berusia 70 tahun ke atas dan orang-orang yang mengidap obesitas.



Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT