ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 08:01 WIB

Mengenal BPA, Senyawa Kimia Berbahaya di Air Minum Kemasan yang Disorot BPOM

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi botol air minum Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyoroti bahaya kandungan bisphenol A (BPA) pada sebagian produk air minum kemasan. Dalam revisi terbaru Peraturan Badan POM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, produsen air minum yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat diwajibkan mencantumkan label 'berpotensi mengandung BPA'.

"Dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dan memberikan informasi yang benar dan jujur, BPOM berinisiatif untuk melakukan pengaturan pelabelan AMDK pada kemasan plastik," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom.

Sebenarnya Apa itu BPA?

Dikutip dari Mayo Clinic, BPA adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membuat berbagai produk plastik dan resin sejak tahun 1950-an. Berbagai produk tersebut ada yang digunakan sebagai wadah makanan dan minuman, salah satunya botol plastik polikarbonat pada air minum kemasan.

Penelitian menunjukkan senyawa BPA yang ada pada wadah kadang bisa meresap ke dalam makanan dan minuman lalu tidak sengaja dikonsumsi.

Pada tingkat yang rendah, BPOM Amerika Serikat (FDA) menyebut BPA sebetulnya tidak berbahaya. Hanya saja pada paparan yang tinggi BPA berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.

Beberapa dampak negatif dari BPA yang sudah ditemukan peneliti antara lain menghambat perkembangan otak janin, memengaruhi perilaku anak, gangguan reproduksi, hingga kanker.

Tips Menghindari BPA

Kemungkinan sulit menghindari paparan BPA dalam kehidupan sehari-hari, namun ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membatasinya.

1. Cek Kemasan

Di luar negeri, sebagian produsen makanan mulai menempatkan perhatian pada wadah yang bebas BPA. Coba cek kemasan produk untuk label yang berkaitan dengan itu.

Bila tidak ada label yang terkait BPA langsung, maka cek apakah ada anjuran atau label agar tidak memakai kemasan berulang. Bila ada maka kemungkinan produk tersebut mengandung BPA.

2. Jauhkan Panas

Jauhkan produk makanan dan minuman dalam kemasan plastik dari sumber panas. Hal ini dapat mempermudah kerusakan wadah sehingga BPA akhirnya meresap ke makanan atau minuman.

3. Pilih Produk Segar

Bila memungkinkan, pilih produk segar yang tidak dikemas dalam wadah plastik.

4. Cari Alternatif

Ada beberapa produsen makanan dan minuman yang menggunakan bahan alternatif selain plastik untuk mengemas produknya. Gunakan wadah dari kaca, stainless-steel, atau porselen untuk menyimpan makanan dan minuman panas.



Simak Video "Bahas Tuntas Risiko Pelabelan yang Mengandung BPA di Kemasan Plastik"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT