Kamis, 09 Jun 2022 09:00 WIB

COVID-19 Kembali Ngegas di 5 Provinsi, Ingat-ingat Lagi Gejalanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 mencatat kenaikan tren kasus positif mingguan dan aktif dalam 4 hari terakhir. Kasus positif mingguan tercatat mengalami kenaikan 571 kasus atau 31 persen, dari 1.814 kasus pada tanggal 22 Mei 2022 menjadi 2.385 kasus.

Sedangkan kasus aktif harian juga tercatat naik 328 atau 10 persen, dari 3.105 kasus pada 2 Juni menjadi 3.433 kasus.

Adapun kenaikan kasus aktif pada periode 29 Mei hingga 5 Juni 2022 paling banyak disumbang oleh 5 provinsi berikut.

  • DKI Jakarta, naik 30 persen dari 923 menjadi 1.204 kasus
  • Banten, naik 38 persen dari 236 menjadi 326 kasus
  • Jawa Barat, naik 18 persen dari 443 menjadi 524 kasus
  • Daerah Istimewa Yogyakarta, naik 4 persen dari 118 menjadi 172 kasus
  • Jawa Timur, naik 37 persen dari 110 menjadi 151 kasus

Meskipun demikian, di kelima provinsi ini BOR masih terjaga di bawah 3 persen. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, kenaikan angka kematian hanya terjadi di DIY yakni dari 1 kasus menjadi 3 kasus dalam seminggu terakhir.

"Dapat dilihat kelima provinsi berasal dari Pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan penduduk Indonesia yang terpusat di Pulau Jawa dan aktivitas masyarakat yang saat ini sudah kembali normal bisa memicu kenaikan kasus aktif," kata Prof Wiku.

Sebagaimana diketahui, COVID-19 atau virus Corona (coronavirus disease 2019) merupakan infeksi dari virus SARS-CoV-2 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 yang menyerang sistem pernapasan manusia, seperti paru-paru.

Gejala COVID-19 yang dialami oleh setiap orang umumnya berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala ringan, ada juga yang mengalami gejala parah sampai harus di rawat inap.

Bahkan virus yang menyerang sistem pernapasan ini sangat berisiko tinggi bagi mereka yang termasuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, pengidap komorbid, dan mereka yang belum divaksin. Berikut gejala COVID-19 yang paling umum hingga serius.

Gejala yang paling umum

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Hilangnya rasa atau bau

Gejala yang kurang umum

  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sakit dan nyeri
  • Diare
  • Ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki
  • Mata merah atau iritasi

Gejala serius

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Kehilangan bicara atau mobilitas, atau kebingungan
  • Nyeri dada


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)