ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 22:00 WIB

Ahli Ungkap Penyebab Kasus COVID-19 RI Nanjak Lagi di 5 Provinsi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga. Penjelasan epidemiolog perihal penyebab kenaikan kasus COVID-19 di 5 provinsi RI. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia kian merangkak naik. Semula kasus infeksi hanya berada di bawah 400 per hari, terhitung Rabu (8/6/2022), kasus harian sudah mencapai 520.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan bahwa peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia belakangan tidak terjadi karena ada satu faktor yang dominan seperti beberapa tahun lalu. Disebutkan bahwa ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kondisi tersebut.

"Lonjakan itu bukan disebabkan satu faktor, itu pasti multifaktor... Situasi sekarang semakin kompleks, tidak dominan satu faktor, misalnya waktu itu ada varian (baru), ada Alfa, Delta, atau Omicron (terjadi lonjakan)," kata Dicky melalui pesan suara yang diterima detikcom, Kamis (9/6/2022).

Penyebab Kenaikan Kasus COVID-19 di RI

Menurut Dicky, peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia merupakan suatu hal yang bisa diprediksi dan ada beberapa faktor penyebabnya.

Pertama, telah terjadi penurunan proteksi diri yang terjadi di masyarakat. Kedua, cakupan vaksinasi booster di Indonesia juga masih sedikit terutama di kelompok rentan seperti lansia. Ketiga, ada kemungkinan munculnya subvarian yg lebih efektif bersirkulasi di populasi.

"Kita menghadapi ancaman baik langsung maupun tidak langsung terkait pandemi COVID-19 dan semakin rentannya dunia ini karena perubahan iklim," ujar Dicky.

Maka dari itu, Dicky mengingatkan masyarakat untuk tetap taat pada protokol kesehatan karena pandemi masih terjadi.

Sementara bagi pemerintah, menjadi sebuah keharusan untuk mengejar cakupan vaksinasi COVID-19 baik lengkap ataupun booster. Meski kecil terjadi lonjakan kasus secara nasional, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan kasus di daerah-daerah yang cakupan vaksinnya masih rendah.

"Tapi kalau yang datang subvarian BA.4 dan BA.5 yang lebih infeksius, kemudian kita longgar, dan cakupan vaksin tiga dosisnya lambat, ini bisa bercerita lain... Jumlah (orang) ke rumah sakit meningkat atau bahkan yang meninggal bisa (meningkat)," pungkasnya.



Simak Video "Menkes Budi Beberkan Penyebab Kasus Covid-19 Global Naik Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT