ADVERTISEMENT

Kamis, 09 Jun 2022 21:00 WIB

Duh.. Beberapa Wilayah Shanghai Kembali Lockdown, COVID-19 Horor Lagi?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Workers control access into a closed off community on Sunday, March 13, 2022, in Beijing. The number of new coronavirus cases in an outbreak in Chinas northeast tripled Sunday and authorities tightened control on access to Shanghai in the east, suspending bus service to the city of 24 million and requiring a virus test for anyone who wants to enter. (AP Photo/Ng Han Guan) Corona di Shanghai, China. (Foto: AP/Ng Han Guan)
Jakarta -

Beberapa wilayah di Shanghai, China, mulai memberlakukan lockdown lagi pada Kamis (9/6/2022) ini. Kebijakan ini dilakukan seiring dengan ditemukannya empat kasus COVID-19 baru bergejala pada Rabu (8/6) kemarin.

Salah satu wilayah yang terkena dampaknya adalah distrik Minhang. Hal ini membuat distrik tersebut harus dikunci selama dua hari, sebagai upaya pengendalian risiko penularan COVID-19.

Pemerintah setempat mengatakan sebagai upaya pengendalian penularan Corona, penduduk akan menjalani tes asam nukleat pada 11 Juni 2022. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka juga terinfeksi COVID-19.

Dikutip dari Channel News Asia, kebijakan lockdown ini akan kembali dicabut jika pengujian telah selesai.

Sebelumnya, Shanghai sudah menerapkan lockdown selama dua bulan. Bahkan daerah tersebut sempat melakukan pelonggaran sejak akhir Mei lalu.

Namun, beberapa kompleks perumahan tetap ditutup kembali karena adanya penemuan kasus. Sebagai upaya, China tetap menerapkan kebijakan 'zero COVID' atau 'nol-Covid' yang bertujuan untuk mematikan rantai transmisi sesegera mungkin.

Menurut pemberitahuan, setidaknya penduduk di tiga wilayah di Shanghai akan diwajibkan melewati lima putaran tes COVID-19 yang berakhir pada 23 Juni 2022. Seluruh warga akan di lockdown di dalam rumah selama beberapa hari.

"Berdasarkan penilaian tren pencegahan dan pengendalian epidemi, langkah-langkah terkait akan disesuaikan secara dinamis," kata wakil kepala komisi kesehatan Shanghai, Zhao Dandan.

"Kali berharap masyarakat akan terus memahami dan bekerja sama," imbuhnya.

Pemberlakuan pembatasan COVID-19 ini sempat memicu protes penduduk. Tak hanya itu, perusahaan asing juga mempertimbangkan merelokasi bisnis dari Shanghai.

"Salah satu masalah utama yang dihadapi bisnis asing adalah tingkat ketidakpastian seputar pembatasan COVID-19," ujar Alexandra Hirst, analis kebijakan senior di Kamar Dagang Inggris di China.

"Ketidakpastian ini, dan peningkatan risiko, mengakibatkan banyak bisnis menunda, mengurangi, atau menarik sepenuhnya dari pasar China," pungkasnya.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT