Sabtu, 11 Jun 2022 05:55 WIB

Round Up

Fakta-fakta Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk RI, Kronologi hingga Gejalanya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Indonesia melaporkan temuan 4 kasus Omicron subvarian BA.4 dan BA.5. Keduanya belakangan ini dikaitkan dengan ancaman lonjakan kasus di Singapura.

Kabar baiknya, Kementerian Kesehatan RI menyebut tingkat kesakitan akibat dua varian baru tersebut relatif rendah.

Beberapa fakta masuknya BA.4 dan BA.5 di Indonesia terangkum sebagai berikut.

1. Kronologi kasus pertama

Kemenkes melaporkan sejauh ini ada 4 kasus BA.4 dan BA.5, kasus pertama dilaporkan pada 6 Juni 2022. Keempatnya terdiri dari satu kasus BA.4 yakni seorang warga negara Indonesia (WNI) dan tiga kasus BA.5 pada pelaku perjalanan luar negeri yang merupakan delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

Pasien BA.4 tiba di Bali tanggal 24 Mei 2022, hasil tes PCR positif dan menjalani isolasi di Hotel Amaris Nusa Dua. Hasil genome sequencing pada 9 Juni memastikan pasien terinfeksi Omicron BA.4.

2. Kondisi klinis dan gejala

Pasien BA.4 dilaporkan tidak bergejala dan sudah vaksinasi COVID-19 dua kali. Sementara tiga pasien BA.5 gejalanya bervariasi. Dua orang tidak bergejala, sedangkan satu orang bergejala ringan yakni sakit tenggorokan dan pegal-pegal. Rata-rata sudah divaksinasi, bahkan ada yang sudah 4 kali.

3. Angka kesakitan

Sejauh ini subvarian ditemukan di 58 negara dengan 5 terbanyak adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel. Sementara itu, BA.5 terdeteksi sebanyak 8.867 sekuens di 63 negara, terbanyak di Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

"Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, SpP, MPH.


"Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya," sebutnya.

Saksikan juga: Nikita Fima, Wujud Putri Duyung di Dunia Nyata

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)