Sejoli di Makassar Simpan 7 Janin Hasil Aborsi, BKKBN Angkat Bicara

ADVERTISEMENT

Sejoli di Makassar Simpan 7 Janin Hasil Aborsi, BKKBN Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 11 Jun 2022 07:03 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Aborsi dapat berdampak pada sistem reproduksi (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Perempuan di Makassar berinisial NM menyimpan jasad 7 janin selama 10 tahun di kamar kosnya. Bersama kekasihnya, SM, ia mengaborsi janin-janin dari hubungan di luar nikah tersebut sejak 2012.

Tak pelak, kasus tersebut menyedot perhatian banyak kalangan. Tak terkecuali, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG.

Menurut dr Hasto, edukasi atau pendidikan tentang seksualitas penting diberikan untuk mencegah kasus serupa. Karenanya, ia mendorong agar pendidikan seks segera mendapat prioritas.

"Tetap saya perlu perjuangkan pendidikan seks, pendidikan seks dan kesehatan reproduksi ini kalau bisa masuk kurikulum sekolah, menjadi ekstrakurikuler wajib seperti pramuka," tegas Hasto dalam diskusi daring, Jumat (10/6/2022).

"Menurut saya sudah waktunya lah, karena ini penting," sambungnya.

Menurut dr Hasto, aborsi berulang yang melibatkan NM dan SM di Makassar dapat berdampak pada sistem reproduksi dan bahkan nyawa si wanita. Ia menegaskan, angka kematian ibu di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia.

Terkait sistem reproduksi, salah satu dampaknya adalah mengurangi kemungkinan untuk bisa hamil lagi di masa mendatang.

"Kemudian kalau orang itu sudah abortus hingga tiga kali namanya aborsi yang sudah menjadi habit atau kebiasaan, hampir pasti peluang hamil sampai sukses di kehamilan selanjutnya sulit," jelasnya.



Simak Video "BKKBN Bicara Soal Dampak Broken Home pada Gizi Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT