ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 09:01 WIB

Psikolog Beberkan Alasan Duka Ridwan Kamil-Atalia Dirasakan Seluruh Warga RI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Potret Ridwan Kamil dan keluarga di Sungai Aare (Instagram Atalia) Foto: Potret Ridwan Kamil dan keluarga di Sungai Aare (Instagram Atalia)
Jakarta -

Kabar mengenai meninggalnya putra Ridwan Kamil, Eril atau Emmeril Khan Mumtadz, diperbincangkan oleh seluruh warga Tanah Air. Tidak sedikit yang mengaku turut merasa sedih atas kejadian tersebut.

Sejak Eril dinyatakan hilang, ribuan orang berdoa untuk putra sulung Ridwan Kamil tersebut. Rasa haru dan berbela sungkawa juga terlihat dari komentar masyarakat di akun sosial media Ridwan Kamil dan juga sang istri, Atalia.

Psikolog dari Ohana Space, Veronica Adesla, menganggap hal tersebut sebagai bentuk empati. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang dibekali dengan kepekaan rasa untuk merasakan atas apa yang terjadi dan dialami oleh orang lain.

"Mengetahui kisah akan apa yang terjadi pada almarhum dan pada keluarganya melalui berita, apa yang didengar dan dilihat meski tidak kenal secara langsung tetap dapat membuat perasaan seseorang tergugah, seakan turut bisa merasakan apa yang dirasakan dan dialami oleh almarhum dan keluarga yang ditinggalkan," jelas Vero saat dihubungi detikcom, Jumat (10/6/2022).

Di samping itu, Vero juga menyinggung budaya Indonesia yang lekat dengan keguyuban, kebersamaan, kekeluargaan. Mereka akhirnya merasakan kesedihan yang sama seperti yang dirasakan keluarga.

"Ada pepatah juga yang seringkali disebutkan "ringan sama dijinjing, berat sama dipikul" juga semakin menguatkan perilaku untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka melalui ucapan ucapan empatik yang diutarakan," pungkas Vero.



Simak Video "Ridwan Kamil Tak Setuju Poligami Jadi Solusi untuk Cegah HIV/AIDS"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT