ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 10:47 WIB

Eks Petinggi WHO Minta RI Waspada Kasus COVID-19 'Ngegas' Lagi

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan penggunaan masker di ruang terbuka. Aturan itu diterapkan karena kasus COVID-19 di Indonesia dinilai semakin membaik Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tren harian kasus COVID-19 RI naik sepekan terakhir. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan naiknya kasus COVID-19 terbilang normal karena dikaitkan dengan jangka waktu setelah pelaksanaan hari raya Natal dan Lebaran beberapa waktu lalu.

"Kenaikan sesudah hari raya itu antara 27 hari sampai 35 hari, sejak hari raya besar Natal ataupun Lebaran, ini Lebaran kita kan kemarin 2 Mei, kok nggak naik, ya belum naik, karena kan biasanya kejadiannya 27 sampai 35 hari jadi kenaikan itu pertama normal setiap hari raya besar pasti ada kenaikan," beber Menkes saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (10/6/2022).

Sementara itu Eks Direktur WHO Asia Tenggara Profesor Tjandra Yoga Aditama, menyatakan tren naiknya kasus COVID-19 harus diwaspadai dan segera mendapat tindakan yang jelas.

"Dalam kesehatan masyarakat yang kita lihat bukan hanya angka mutlak sesaat, tetapi 'tren', dan jelas sekarang kita berhadapan dengan tren yang meningkat, sudah sampai dua kali lipat. Karena itu, kenaikan ini jelas harus diwaspadai dan dilakukan tindakan yang jelas," ujarnya pada detikcom, Sabtu (11/6/2022).

Imbauan Untuk Pemerintah

Berikut ini imbauan Prof Tjandra untuk pemerintah terkait naiknya kasus Corona:

Segera Melakukan Analisa

Prof Tjandra mengimbau pemerintah untuk bergerak mencari penyebab pasti tren kenaikan kasus ini. Apakah disebabkan oleh varian atau sub-varian baru atau ada penyebab-penyebab lainnya.

"Segera melakukan analisa kenapa ada kenaikan sampai dua kali lipat ini, apakah karena BA.4 dan BA.5 (atau varian/sub-varian lain), atau masih merupakan dampak libur lebaran yang sudah hampir 2 bulan berlalu, atau ada sebab lain," jelasnya.

Pemeriksaan Genome Sequencing

Ia juga menyebut perlunya pemeriksaan genome sequencing yang harus ditambah bukan saja untuk tamu Internasional yang hadir di Bali. Namun pemeriksaan genome sequencing menurutnya bisa diperluas.

"Untuk mengetahui tentang ada tidaknya varian/sub-varian maka jelas pemeriksaan whole genome sequencing harus ditambah jumlahnya, bukan hanya untuk tamu acara internasional di Bali dan lain-lain," jelasnya.

Melakukan Prinsip Dasar Pencegahan

Prof Tjandra mengimbau segera melakukan tindakan prinsip dasar pencegahan seperti penyelidikan epidemiologi (PE) dan penelusuran kasus yang dilakukan dengan ketat. Menurutnya hal ini bisa segera dilakukan karena jumlah kenaikan kasus yang terjadi belum terlampau banyak.

Menginformasi Masyarakat

Setelah mendapatkan hasil penyebab kasus Corona RI bisa naik, pemerintah perlu menginformasi masyarakat sesegera mungkin. Menurut Prof Tjandra hal ini penting dilakukan agar masyarakat bisa mengambil tindakan proporsional.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT