Sabtu, 11 Jun 2022 05:00 WIB

Round Up

Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk RI, Siap-siap COVID-19 Ngegas Lagi

Vidya Pinandhita - detikHealth
Siswa di SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, jalani swab tes massal. Tes dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran virus Corona di lingkungan sekolah. COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi biang kerok kenaikan kasus COVID-19 RI sepekan terakhir. Risiko lonjakan kasus yang disebut-sebut akan terjadi di Singapura, juga dikaitkan dengan subvarian ini.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan, subvarian tersebut ditemukan pada empat kasus yang teridentifikasi di Bali pada Kamis (9/6/2022) malam.

"Kenaikan sesudah hari raya itu antara 27 hari sampai 35 hari, sejak hari raya besar Natal ataupun Lebaran, ini Lebaran kita kan kemarin 2 Mei, kok nggak naik, ya belum naik, karena kan biasanya kejadiannya 27 sampai 35 hari jadi kenaikan itu pertama normal setiap hari raya besar pasti ada kenaikan," beber Menkes saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (10/6/2022).

"Kedua, kita juga ada varian baru, varian baru juga sudah kita identifikasi tadi malam, tapi itu sebenarnya kejadiannya di akhir bulan Mei. Nah dari dua fakta itu memang pasti akan ada kenaikan," lanjutnya.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menegaskan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memang mustahil dicegah masuk RI. Terlebih, mengingat kedua subvarian tersebut sudah terdeteksi juga di negara tetangga RI yakni Singapura, Malaysia, dan Australia. Menghadapi itu, yang bisa diupayakan adalah penguatan sistem kesehatan.

"Situasi global bahkan apalagi situasi di negara-negara kawasan tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia yang sangat dekat dengan Indonesia itu akan sangat berpengaruh terhadap situasi kita. Jadi itulah pandemi, seperti itu. Wabah itu seperti itu. Dengan artian, kita nggak mungkin menutup diri mencegah masuknya satu wabah dengan mengandalkan menutup pintu masuk," terangnya pada detikcom, Jumat (10/6/2022).

"Pelajaran dari COVID-19 ini, yang bisa melindungi satu negara dari potensi lonjakan atau perburukan adanya varian baru atau subvarian baru yang memiliki kemampuan memperburuk situasi itu dengan mengandalkan penguatan sistem kesehatan," sambung Dicky.

Dicky yakin, penambahan kasus COVID-19 RI sudah pasti bakal terjadi imbas masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Simak lebih lengkap di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2