ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 11:00 WIB

Kemenkes Ungkap Tantangan Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat rumah sakit di Indonesia harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dua tahun pandemi Corona memperlihatkan bahwa transformasi digital sangat membantu baik para dokter dan pasien untuk memberikan layanan secara efektif dan efisien.

Sayangnya, menurut Head of Tribe, Digital Transformation Officer (DTO) Kementerian Kesehatan dr Agus Mutamakin, dari sekitar 3 ribu rumah sakit, 1/3 di antaranya belum menerapkan digitalisasi. Ia mengatakan hal tersebut karena rumah sakit belum 'melek' digitalisasi.

"Pasien itu kan tidak hanya berkunjung ke satu faskes, ini kita mendorong standarisasi agar rumah sakit bisa berbagi data terutama soal data medis pasien atau rekam medik elektronik," ujarnya dalam The Virtual Launching Indonesia Digital Health Expo & Conference (IDHE) 2O22, Jumat (10/6/2022).

"Jadi ketika pasien datang dari satu rumah sakit ke RS lain, sudah ada history-nya," tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PERSI, dr Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, bercerita mengenai kendala rumah sakit di Tanah Air. Sebagai negara kepulauan, ia mengatakan jelas terdapat perbedaan dari segi infrastruktur sampai sumber daya di rumah sakit.

"Kendalanya juga pada persoalan akses, sementra kemampuan teknologi informasi kita juga beragam," ungkap dr Bambang.

Meski demikian, dr Bambang menegaskan transisi teknologi digital di bidang kesehatan harus terus berjalan meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi di masa mendatang.

Berkaca dari hal tersebut, On Us Asia didukung Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta berkolaborasi dengan Busdev, menginisiasi Indonesia Digital Health Expo (IDHE) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) pada pada 25-26 Agustus mendatang.

Kegiatan tersebut terdiri dari conference serta program pendukung lainnya, yaitu exhibition dan workshop dengan mengusung tema "Digital Experience for Smart Hospital".

Ketua Pelaksana IDHE 2022, Seno Adhi Damono menyampaikan, On Us Asia sebagai inisiator dan penyelenggara IDHE menyadari akan pentingnya ekosistem digital di sektor kesehatan. Diharapkan, dengan diselenggarakanya IDHE menjadi solusi dalam menjawab tantangan dan tren di era transformasi digital saat ini.



Simak Video "Kemenkes Masih Nunggak Klaim RS Terkait Covid-19, Berapa Jumlahnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT