Sabtu, 11 Jun 2022 17:12 WIB

Luhut Blak-blakan Kasus COVID-19 RI Naik Signifikan, Begini Katanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Tahun 2021” yang diselenggarakkan Kemenkomarves, Rabu (1/12/2021). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan blak-blakan soal kasus COVID-19 di Indonesia yang kembali 'ngegas'. Ia menyebut tak hanya Indonesia saja yang mengalami lonjakan, tetapi juga negara lain yang diduga disebabkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Meskipun demikian, Luhut mengungkapkan bahwa positivity rate di Indonesia masih relatif lebih rendah di bawah lima persen, yakni 1,44 persen, sehingga masyarakat tak perlu panik dan tetap waspada.

"Akhir-akhir ini memang terjadi kenaikan kasus yang signifikan di beberapa negara lain yang disebabkan oleh subvarian BA.4 dan BA.5," katanya, dikutip detikcom dari Instagramnya, Sabtu (11/6/2022).

"Saya mendapatkan informasi bahwa peningkatan kasus yang disebabkan oleh varian ini berdasarkan pengalaman negara lain jauh lebih rendah dari Omicron dan dibandingkan momen Lebaran atau Natal kenaikannya juga relatif jauh lebih rendah," sambungnya.

Selain itu, Luhut juga menegaskan apabila kenaikan tren COVID-19 di Indonesia semakin berlanjut hingga bulan Juli, nantinya akan ada upaya mitigasi pencegahan COVID-19 yang akan diberlakukan.

"Kami sepakat akan menunggu hingga bulan Juli ini apabila kasus meningkat signifikan maka berbagai upaya mitigasi harus segera diberlakukan," pungkas Luhut.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)