Kisah Indra Rudiansyah, Peneliti Asal RI di Balik Suksesnya Vaksin AstraZeneca

ADVERTISEMENT

Kisah Indra Rudiansyah, Peneliti Asal RI di Balik Suksesnya Vaksin AstraZeneca

Dharmajati Yusuf Fadli - detikHealth
Sabtu, 11 Jun 2022 19:30 WIB
Jakarta -

Indra Rudiansyah termasuk salah satu peneliti asal Indonesia yang ikut berkontribusi dalam pembuatan vaksin AstraZeneca. Ia merupakan mahasiswa jenjang S3 program studi Clinical Medicine di Universitas Oxford, Inggris.

Indra mengungkapkan bahwa dirinya sudah tertarik untuk menekuni bidang vaksin sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Yang membuat saya tertarik dengan bidang vaksin yaitu ketika SMA, saat itu saya disuruh oleh guru saya untuk mengikuti kompetisi dari Bio Farma, dan mulai saat itu lah saya tertarik dalam bidang pengembangan vaksin, " ujar Indra dalam webinar yang diselenggarakan oleh CT Arsa Foundation, Sabtu (11/6/2022).

Setelah lulus SMA, pada 2009 Indra melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan memilih program studi Mikrobiologi. Ia berhasil lulus dalam waktu empat tahun, tepatnya pada 2013.

Tak berselang lama setelah lulus S1, Indra kembali melanjutkan pendidikannya di kampus yang sama, kali ini ia mengambil program S2 fast track Bioteknologi ITB dan lulus pada 2014.

Setelah lulus program magister, Indra bekerja di perusahaan vaksin Bio Farma selama empat tahun (2014-2018) sebagai Product Development Specialist. Berkarier di perusahaan yang berlokasi di Bandung itu membuat Indra memiliki pengalaman dalam bidang penelitian virus, ia ikut andil dalam penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin rotavirus dan novel polio.

Mimpi Besar dalam Bidang Vaksin

Ketekunannya dalam meneliti vaksin membuat dirinya ingin melanjutkan kuliah di bidang tersebut. Selepas kerja dari Bio Farma, ia berhasil lolos beasiswa LPDP program doktoral Clinical Medicine di Universitas Oxford pada 2018.

Di sela studi S3 Clinical Medicine di Universitas Oxford, ia bergabung dalam tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group untuk mengembangkan vaksin AstraZeneca bersama prof Sarah Gilbert, sejak Januari 2020.

"Tahun ketiga saya di PhD, beberapa saat sebelum lockdown, sudah mulai untuk riset terkait vaksin Covid-19 dan pada saat itu tim peneliti membutuhkan banyak orang untuk mengembangkan vaksin AstraZeneca, sehingga saya dibutuhkan untuk membantu tim Sarah Gilbert, " ungkapnya.

Vaksin Astrazeneca akhirnya dapat digunakan di beberapa negara termasuk Indonesia sejak 2020. Indra yang ikut andil dalam pembuatan vaksin tersebut berhasil mewujudkan mimpinya.

"Mimpi besar saya yaitu dalam bidang bioteknologi, tepatnya dalam pengembangan bioteknologi dan public health (kesehatan masyarakat), " tambahnya.

(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT