ADVERTISEMENT

Sabtu, 11 Jun 2022 21:00 WIB

Ngeri, Viral Penyakit Misterius Tewaskan Ratusan Warga Australia

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sakit Jantung Ilustrasi penyakit SADS membuat seseorang sesak napas (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Di tengah merebaknya cacar monyet dan pandemi COVID-19, Australia juga dihebohkan dengan penyakit misterius Sudden Adult Death Syndrome (SADS). Dilaporkan, penyakit tersebut diduga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

Dikutip dari Medical Daily, Sabtu (11/6/2022), Sudden Adult Death Syndrome atau sindrom kematian pada orang dewasa mendadak viral setelah seorang wanita berusia 31 tahun meninggal dalam tidurnya. SADS juga kerap disebut sebagai sindrom kematian aritmia mendadak, yang merujuk pada gangguan irama jantung sebagai penyebab kematian.

Penyakit ini disebut penyebab utama orang-orang di bawah usia 40 tahun meninggal dunia, meskipun sebelumnya tak memiliki riwayat penyakit kronis.

Menurut Royal Australian College of General Practitioners (RACGP), SADS menjadi diagnosis utama saat pemeriksaan otopsi tidak bisa menemukan penyebab kematian lainnya. Begitu juga dengan data dari Baker Hearth and Diabetes Institute (BHDI) di Melbourne menyebut SADS menjadi penyebab kematian 750 orang di Australia.

"Dari jumlah tersebut, sekitar 100 orang muda per tahun tidak ditemukan penyebabnya bahkan setelah penyelidikan ekstensif seperti otopsi penuh," kata Dr Elizabeth Paratz, ahli jantung dan peneliti di BHDI.

Adapun faktor risiko SADS seperti riwayat kesehatan keluarga. Waspada apabila salah satu anggota keluarga ada yang meninggal akibat masalah kesehatan jantung sebelum usia 40 tahun.

"Jika Anda sendiri memiliki kerabat tingkat pertama, orang tua, saudara kandung, anak, yang memiliki kematian yang tidak dapat dijelaskan, sangat disarankan Anda menemui ahli jantung. Orang lain, (lihat ahli jantung) jika Anda memiliki gejala jantung seperti nyeri dada, sesak napas, atau Anda tidak bisa mengikuti teman berolahraga atau berjalan," kata Paratz.

Sampai saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk SADS. Cara terbaik mencegah sindrom kematian mendadak adalah dengan menjalankan pola hidup sehat dan mengenali risiko serta gejala.



Simak Video "Warga Australia Sambut Baik Pelonggaran Pembatasan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT