ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 17:49 WIB

Le Minerale Dukung Regulasi BPOM soal Pelabelan Risiko BPA

Inkana Izatifiqa R Putri - detikHealth
Ilustrasi kandungan BPA dalam botol minum plastik. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Produsen air minum kemasan Le Minerale, PT Tirta Fresindo Jaya, mendukung inisiatif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait regulasi pelabelan risiko Bisfenol A (BPA). Mengingat kandungan BPA dalam produk air minum dalam kemasan dapat memicu kanker dan kemandulan.

"Sebagai perusahaan nasional, kami percaya sepenuhnya dan mendukung langkah BPOM, sebagai otoritas keamanan pangan tertinggi di Indonesia, dalam menjaga dan memastikan keamanan dan mutu produk pangan olahan yang beredar luas di masyarakat, termasuk dalam soal pelabelan risiko BPA. Terlebih lagi bila semua regulasi dibuat atas dasar kesehatan dan keselamatan konsumen, sebagai pelaku industri, kami jelas akan mendukung dan patuh," ujar Public Relations Manager PT Tirta Fresindo Jaya, Yuna Kristina dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Lebih lanjut, Yuna menyampaikan pihaknya akan terus berupaya untuk menjamin keamanan produknya. "Sejalan dengan visi BPOM, Le Minerale berkomitmen untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat dengan memastikan produk kami aman, sehat dan berkualitas," paparnya.

Yuna menilai risiko BPA saat ini telah menjadi sumber keprihatinan publik dunia. Di beberapa negara terutama di Eropa, lanjutnya, otoritas keamanan pangan telah menerapkan pengaturan ketat terkait BPA, termasuk terkait pelabelan risiko pada kemasan. Adapun hal ini bertujuan untuk mengedukasi konsumen soal risiko bahan kimia tersebut bagi kesehatan.

"Kami yakin, sebelum mengeluarkan revisi regulasi tersebut, BPOM telah melakukan kajian yang komprehensif dengan banyak pakar, termasuk dengan pakar kesehatan dan akademisi," katanya.

"Dan tentunya, ini juga menjadi concern sekaligus yang memotivasi Le Minerale dalam berinovasi memperkenalkan galon air minum yang selalu baru dan bebas dari bahaya BPA," imbuhnya.

Yuna pun menambahkan saat ini, semua produk Le Minerale telah menggunakan wadah Polyethylene Terephthalate (PET). Adapun PET merupakan jenis plastik berkualitas yang pembuatannya bebas dari BPA, serta dapat dikenali dari kode daur ulang '1' pada dasar kemasan.

"Sesuai arahan BPOM, kami memasang label produk yang mudah terbaca jelas dan berisi informasi yang presisi agar masyarakat bisa mengetahui sendiri keamanan produk yang kami gunakan," katanya.

Selain itu, kata Yuna, semua produk Le Minerale tidak melalui proses pencucian ulang dan distribusinya menggunakan kendaraan tertutup. Ia menyebut galon Le Minerale juga telah mengadopsi inovasi yang sejalan dengan standar industri di negara maju.

"Inovasi tersebut untuk memastikan mutu dan keamanan produk tetap terjaga saat dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen," katanya.

"Kami menggunakan proteksi tutup ulir kedap udara dan tersegel rapat untuk menjamin kebersihan dan keamanan air dalam produk galon air minum Le Minerale," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini regulasi pelabelan BPA masih dalam proses revisi lanjutan di BPOM. Hal ini mencakup kewajiban pelabelan risiko BPA pada galon air minum berbahan polikarbonat, jenis plastik keras yang pembuatannya menggunakan BPA.

Berdasarkan draft peraturan pelabelan yang disusun BPOM, jenis galon yang beredar luas di masyarakat wajib membubuhkan label peringatan 'Berpotensi Mengandung BPA' dalam kurun tiga tahun sejak peraturan disahkan. Namun, regulasi ini berlaku pengecualian bagi produsen yang mampu memperlihatkan hasil laboratorium dengan level deteksi BPA di bawah ambang yang ditetapkan BPOM.

Data BPOM mencatat 96% galon bermerek yang beredar luas di masyarakat terbuat dari jenis plastik polikarbonat. Hanya 3,6% galon air minum kemasan yang menggunakan kemasan PET, termasuk produk Le Minerale.

Deputi Pengawasan Pangan BPOM Rita Endang menyampaikan level migrasi BPA pada galon polikarbonat yang beredar luas di masyarakat sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Rita mengimbau agar pemerintah dapat memprioritaskan pelabelan risiko BPA pada galon polikarbonat untuk melindungi dan mengedukasi publik. Hal ini penting untuk menghindarkan pemerintah dan kalangan produsen dari kemungkinan munculnya gugatan hukum terkait kesehatan produk air kemasan di masa datang.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT