ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 15:00 WIB

Konspirasi Vaksin COVID-19 Bikin Wajah Justin Bieber Lumpuh, Ini Faktanya

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Justin Bieber Foto: instagram @justinbieber
Jakarta -

Justin Bieber menceritakan dirinya mengidap Ramsay Hunt Syndrome (RHS). Akibat penyakit tersebut, wajahnya lumpuh. Ia mengaku tak bisa mengedipkan mata, tersenyum pada satu sisi wajah, serta menggerakkan hidungnya.

"Lumpuh total di sisi wajahku sebelah sini (sebelah kiri). Jadi untuk kamu yang kesal dengan penundaan konserku selanjutnya, aku secara fisik jelas tidak sanggup melakukannya (konser). Ini lumayan serius, seperti yang kamu bisa lihat," ujar Justin dalam video yang diunggahnya ke Instagram.

Penyakit yang diidap Bieber mengundang banyak perbincangan di media sosial, bahkan banyak pembicaraan yang menyatakan bahwa Ramsay Hunt Syndrome disebabkan oleh vaksin COVID-19.

"Semua orang berpura-pura Justin Bieber tidak terluka karena vaksin. Penyangkalannya terlalu dalam," tulis satu cuitan di Twitter dengan lebih dari 3.400 kali dibagikan, dikutip dari Rolling Stones Magazine, Selasa (14/6/2022).

TikTok juga menjadi wadah untuk konten konspirasi semacam itu. "Baik Hailey (istri Bieber) dan Justin Bieber mengalami [efek samping]," tulis seorang pengguna dalam keterangan video TikToknya.

Pakar epidemiologi, dr Katrine Wallace menyebut bahwa belum ada bukti kuat hubungan antara Sindrom Ramsay Hunt dengan efek samping vaksin COVID-19.

"Bukti saat ini tidak cukup untuk menghubungkan hubungan definitif antara herpes zoster dan vaksin COVID-19," kata Wallace.

"Bahkan jika ada hubungan, itu adalah efek samping yang jarang terjadi, dan manfaat vaksinasi lebih besar daripada potensi risikonya," sambungnya.

Sebagai informasi, penyebab dari RHS adalah virus Varicella-Zoster, yang merupakan virus yang juga menyebabkan cacar air dan herpes zoster. Dalam kasus RHS, virus tersebut yang sebelumnya tidak aktif diaktifkan kembali dan menyebar untuk mempengaruhi saraf wajah.

Namun, tidak selamanya virus Varicella-Zoster dapat aktif kembali dan membuat RHS, banyak di antaranya tetap tidak aktif dalam beberapa dekade. Alasan kenapa virus tersebut aktif kembali hingga saat ini belum diketahui.

Wallace menganggap teori-teori konspirasi yang dibuat soal vaksin COVID-19 ini hanya bentuk pembenaran dari tindakan orang-orang yang menolak vaksin COVID-19.

"Orang-orang perlu merasa mereka memegang kendali dalam situasi di luar kendali ini," ujar Wallace tentang hoaks soal vaksin ini.

"Sains itu sulit dan berbelit-belit. Sangat mudah untuk percaya bahwa semua masalah ada pada vaksin karena itu adalah sesuatu yang bisa Anda putuskan untuk tidak lakukan. Jadi orang-orang terus memunculkan teori-teori yang lebih baru dan lebih aneh," pungkasnya.



Simak Video "Pakar IDI Bicara Kaitan Ramsay Hunt Syndrome dengan Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT