ADVERTISEMENT

Rabu, 15 Jun 2022 21:00 WIB

Nggak Cukup di Bungkus, Kanada Mau Gambar Bahaya Rokok Dicetak per Batang

Firdaus Anwar - detikHealth
Pemilik warung kelontong menata rokok di Jakarta, Selasa (14/12/2021). Cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok tahun depan ditetapkan naik oleh pemerintah. Rata-rata kenaikannya sebesar 12%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kenaikan ini sudah disetujui oleh Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ilustrasi rokok (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemerintah Kanada berencana menerapkan gambar bahaya dampak merokok di tiap batang rokok. Alasannya gambar peringatan di bungkus saja dinilai belum cukup menekan prevalensi perokok.

Menteri Kesehatan Mental dan Adiksi Carolyn Bennett mengatakan kebijakan ini ditujukan terutama untuk kaum muda. Pemerintah mengetahui peringatan di bungkus rokok sudah tidak terlalu efektif karena ada cara yang biasa dilakukan perokok untuk 'melewatinya'.

Diketahui rokok kadang dijual tidak dalam bentuk bungkus, melainkan batangan. Hal ini terutama populer di antara perokok muda yang mungkin kesulitan membeli rokok per bungkus dengan harga tinggi.

"Menambahkan peringatan kesehatan pada masing-masing produk tembakau akan membantu memastikan bahwa pesan penting ini sampai ke masyarakat," kata Carolyn seperti dikutip dari BBC, Rabu (15/6/2022).

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Heart and Stroke Foundation Canada menyambut baik kabar tersebut. Sang CEO, Doug Roth, mengatakan bila aturan bisa diimplementasi, maka Kanada akan menjadi negara dengan pesan peringatan tembakau terkuat di dunia.

"Ini adalah produk yang mematikan, dan langkah-langkah ini akan membantu untuk lebih mengurangi daya tarik mereka bagi kaum muda dan non-perokok. Serta untuk mendukung perokok saat ini dalam upaya mereka untuk berhenti," kata Dough.



Simak Video "Kemenkes Ungkap Uang Belanja Rokok Lebih Tinggi Daripada Makanan Bergizi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT