Kamis, 16 Jun 2022 14:15 WIB

Tetap Bisa Kena BA.4 dan BA.5, Ini Bedanya Kalau Sudah Booster

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting menyebut subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki karakteristik menurunkan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal dan immune escape, artinya kedua subvarian Omicron tersebut berpotensi lolos dari kekebalan tubuh seseorang yang sebelumnya sudah terbentuk. Oleh karenanya, orang-orang yang sudah divaksin masih bisa berpotensi terkena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Namun, bukan berarti vaksin COVID-19 tidak berguna atau tidak perlu dilakukan. Justru dengan melakukan vaksinasi, termasuk booster membuat berbagai mutasi dari COVID-19 semakin lemah saat menginfeksi manusia. Juga, gejala yang dirasakan tergolong ringan dibandingkan varian Delta.

"Yang kita lihat dari BA.4 dan BA.5 ini memang bagi mereka yang vaksinasinya sudah lengkap, dan kemudian tidak ada komorbid, keparahannya itu tidak menonjol. Apalagi di beberapa daerah yang di usia muda dan lanjut, keparahannya tidak seberapa," ujarnya dalam siaran langsung 'Awas, Omicron Kembali Mengintai Indonesia', Kamis (16/6/2022).

"Memang jelas bahwa BA.4 dan BA.5 yang dilaporkan juga dia memiliki penurunan kemampuan terhadap terapi antibodi monoklonal. Kemudian juga dia mempunyai escape, artinya kendatipun dia sudah vaksin tiga kali tetap saja terinfeksi, sehingga dengan adanya subvarian BA.4 dan BA.5 ini hanya menimbulkan gejala ringan tidak sama seperti waktu di Delta," lanjutnya.

Ginting juga menyebut hal utama yang harus difokuskan saat ini bukanlah ringan atau tidak ringan gejala yang ditimbulkan dari subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, melainkan pencegahannya. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi hingga menerapkan protokol kesehatan.

"Yang harus kita utamakan sekarang adalah ringan atau tidak ringan, kita harus cegah penularannya. Karena sepanjang terjadi penularan, maka akan terjadi mutasi," ucapnya.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)