ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Jun 2022 14:30 WIB

WHO Buka Suara soal Temuan Cacar Monyet di Air Mani

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology. WHO melakukan kajian terkait temuan virus cacar monyet pada air mani. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, ilmuwan di Italia dan Jerman mendeteksi virus cacar monyet di dalam air mani pada sejumlah pasien. Menanggapi temuan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung melakukan penyelidikan terkait laporan virus cacar monyet dalam cairan mani.

Penyelidikan dimaksudkan untuk melihat kemungkinan apakah cacar monyet bisa ditularkan secara seksual.

"Ini mungkin sesuatu yang kita tidak sadari sebelumnya terkait penyakit ini," kata Catherine Smallwood, manajer insiden cacar monyet WHO Eropa, dikutip dari Reuters, Kamis (16/5/2022).

Hingga hari ini, WHO masih meyakini cacar monyet ditularkan lewat kontak dekat antar manusia. Namun dengan adanya penemuan tersebut, ada kemungkinan cara penularan lainnya.

"Kami benar-benar harus fokus pada cara penularan yang paling sering terjadi dan kita dengan jelas melihat bahwa (penularan) itu berkaitan dengan kontak kulit," tambah Smallwood.

Sebagai informasi, sudah ada lebih 1.300 kasus cacar monyet telah dilaporkan di 30 negara, sebagian besar di Eropa, sejak awal Mei lalu. Sebagian besar kasus dilaporkan menginfeksi pria yang berhubungan seks dengan pria.

Wabah cacar monyet memicu kekhawatiran dunia karena telah terjadi di luar Afrika, di mana virus ini endemik. Sebagian besar kasus juga tidak terkait dengan perjalanan ke benua tersebut.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT