ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Jun 2022 18:00 WIB

Belum Beres Wabah COVID-19, Korea Utara Laporkan Wabah Penyakit Pencernaan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Army medics involved medicine supply distribution work amid the COVID-19 pandemic in Pyongyang, North Korea May 22, 2022 in this photo released May 23, 2022 by the countrys Korean Central News Agency.  KCNA via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA. Korea Utara melaporkan adanya wabah penyakit pencernaan saat masih berjuang melawan wabah COVID-19. Foto: KCNA via Reuters
Jakarta -

Belum beres diterpa wabah COVID-19, Korea Utara melaporkan wabah epidemi usus yang tidak teridentifikasi pada Kamis (16/6/2022). Wabah tersebut dikhawatirkan berpotensi menambah beban pada sistem kesehatan yang saat ini tengah melawan gelombang COVID-19.

Mengacu pada media pemerintah Korea Utara KCNA, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengirim obat-obatan ke kota pelabuhan barat Haeju pada Rabu (15/6) untuk membantu pasien yang mengidap 'epidemi enterik akut' sesegera mungkin.

Namun, pihaknya tidak melaporkan jumlah orang yang terkena. Hingga kini, belum ada penjelasan terkait jenis penyakit. Akan tetapi, enterik yang ada mengacu pada saluran pencernaan.

"(Kim) menekankan perlunya menahan epidemi sedini mungkin dengan mengambil tindakan yang baik untuk mengkarantina kasus yang dicurigai untuk benar-benar mengekang penyebarannya, mengkonfirmasi kasus melalui pemeriksaan epidemiologi dan tes ilmiah," terang KCNA, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (16/6).

Wabah yang dilaporkan tersebut terjadi ketika Korea Utara menangani wabah pertama infeksi COVID-19. Kondisi darurat dinyatakan bulan lalu, di tengah kekhawatiran akan kurangnya stok vaksin COVID-19 dan pasokan medis.

Pada Kamis (16/6), Korea Utara melaporkan 26.010 lebih banyak orang mengalami gejala demam. Jumlah total pasien demam tercatat di seluruh negeri sejak april mendekati 4,56 juta. Sementara korban tewas terkait wabah ini mencapai 73 orang.

Pyongyang setiap hari mengumumkan jumlah pasien demam, bukan pasien COVID-19. Diduga, hal itu disebabkan keterbatasan alat tes.

Para ahli juga menduga, angka-angka yang dirilis melalui media yang dikendalikan pemerintah tidak sepenuhnya dilaporkan. Korea Utara mengaku gelombang COVID-19 telah mereda. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan klaim Pyongyang, dengan keyakinan bahwa situasi Korea Utara sebenarnya semakin buruk.



Simak Video "Potret Kehidupan di Pyongyang Usai Korea Utara Diamuk Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT