ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2022 20:30 WIB

Ini Beda Nyeri Dada karena Sakit Jantung Vs Kondisi Lainnya

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami nyeri di bagian dadanya Ini beda nyeri dada karena sakit jantung vs kondisi lainnya (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sesak atau nyeri dada kerap dikaitkan sebagai pertanda adanya masalah pada jantung. Namun, tidak semua nyeri di bagian tubuh ini terkait penyakit jantung.

Masalah kesehatan lain juga bisa jadi alasan seseorang merasakan nyeri dada.

Menurut kardiolog, dr Herenda Medishita, SpJP, FIHA, nyeri dada dapat terjadi pada pasien selain jantung. Kondisi ini biasanya disebut dengan Angina Atypical dan tidak mengancam nyawa.

"Kalau nyerinya yang cuma bisa ditunjuk dengan satu jari, tidak terkait dengan aktivitas, munculnya random atau acak itu bisa disebabkan oleh (penyakit) di luar jantung. Seperti paling umum gangguan lambung, stress psikososial, gangguan muskuloskeletal, dan akibat long COVID-19," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Pada penderita yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung, nyeri dada akan terasa di sebelah kiri dan seperti ditusuk. Namun, kondisi ini akan mereda saat diberikan nitrogliserin atau stres menghilang.

"Kalau Angina Typical sering kali nyerinya itu seperti ditusuk kayak ditarik atau dicubit. Jadi kalau nyeri dadanya orang (sakit) jantung itu nggak bisa cuma ditunjuk dengan satu jari cuma (sakit) di sini doang, jadi dia itu di satu area," ujarnya.

Sementara pada penderita penyakit jantung, nyeri dada juga dirasakan di sebelah kiri tetapi terasa seperti ditekan atau tertindih. Kondisi ini terkadang dibarengi dengan gangguan kesehatan lain seperti keringat dingin, mual, sesak, atau pingsan.

"Pada nyeri dada yang khas penyakit jantung, biasanya nyeri dada di kiri seperti ditekan atau ditindih batu yang berat kayak diremas. Dan dia berlangsung biasanya lebih dari 20 menit terus menerus, lalu disertai dengan keringat dingin, mual, sesak, bahkan pingsan. Nyerinya juga akan tembus ke punggung menjalar ke lengan kiri, atau ulu hati juga bisa. Selain itu, dia juga biasanya berespons dengan obat pembuluh darah seperti nitrat atau vasodilator," sambungnya.



Simak Video "Menkes Sebut Masih Banyak Pengidap Jantung Tak Bisa Pasang Ring"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT