Temuan Cacar Monyet di Air Mani Disorot WHO, Amankah Berhubungan Seks?

ADVERTISEMENT

Temuan Cacar Monyet di Air Mani Disorot WHO, Amankah Berhubungan Seks?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Minggu, 19 Jun 2022 13:01 WIB
ilustrasi sperma
Jejak virus cacar monyet ditemukan di air mani (Foto: iStock)
Jakarta -

Pertanyaan terkait penularan cacar monyet lewat hubungan seksual semakin kuat pasca temuan virus cacar monyet pada air mani. Temuan tersebut mengacu pada penelitian terhadap pasien cacar monyet di Italia baru-baru ini. Disorot Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bagaimana masyarakat harus menyikapi temuan tersebut?

"Dalam hal beberapa temuan dalam air mani, seperti yang diterbitkan minggu lalu, ada beberapa pasien di antaranya yang telah diuji air mani untuk virus dan kembali positif," ujar pejabat WHO Catherine Smallwood dikutip dari Newsweek.

"Itu tidak mengubah penilaian kami tentang rute transmisi saat ini yang kami lihat saat ini, yang sebagian besar didasarkan pada kedekatan fisik yang sangat dekat antara individu, kontak kulit-ke-kulit, kulit-ke-mulut, dan itulah yang mendorong transmisi saat ini," sambungnya.

Lebih lanjut, kepada orang-orang yang habis mengalami cacar monyet, Smallwood merekomendasikan penggunaan kondom saat berhubungan seks hingga 12 minggu meski gejala-gejalanya sudah teratasi. Langkah tersebut merupakan sikap atas temuan virus cacar monyet pada air mani.

"Rekomendasi kami untuk pasien yang menderita cacar monyet, setelah semua tanda dan gejala cacar monyet, termasuk resolusi lengkap dari ruam dan koreng telah teratasi, kami masih menyarankan pasien untuk melakukan hubungan seks yang lebih aman dengan dokter," bebernya.

"Penggunaan kondom hingga 12 minggu sebagai tindakan pencegahan, sementara kami lebih memahami keberadaan virus dalam air mani," sambung Smallwood.



Simak Video "Menkes: Monkeypox Menular Jika Sudah Ada Gejala"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT