Senin, 20 Jun 2022 17:31 WIB

Forum Dokter Susah Praktik Tuding IDI Persulit Lulusan LN untuk Praktik

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi dokter Forum Dokter Susah Praktik (FDSP) menuding Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mempersulit dokter lulusan luar negeri di Indonesia untuk berpraktik. Foto: Getty Images/iStockphoto/aetb
Jakarta -

Sekumpulan dokter atas nama Forum Dokter Susah Praktik (FDSP) menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mempersulit dokter-dokter di Indonesia lulusan luar negeri untuk berpraktik. Menurutnya, hal itu tak terlepas dari kultur feodalisme yang terlanjur turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan FDSP, dr Anthony. Ia menegaskan, kendala tersebut tak terlepas dari posisi IDI yang oleh FDSP dinilai sebagai badan paling superior.

"Kultur feodalisme itu tentunya akan mempersulit. Pertanyaannya adalah kita bisakah memperbaiki dengan mengimplementasikan dalam hukum-hukum yang pasti. Kemudian banyak organisasi di bawah IDI, karena IDI ini dianggap paling superior membawahi KKI, MKKI, PB IDI, kolegium spesialis bidang masing-masing kedokterannya," ujarnya dalam siaran langsung pertemuan Komisi IX DPR RI dengan Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) dan FDSP, Senin (20/6/2022).

dr Anthony juga menyinggung lamanya proses adaptasi bagi dokter-dokter lulusan luar negeri untuk bisa berpraktik. Selama ini, kebijakan tersebut bertujuan menyamaratakan kompetensi dokter lulusan luar negeri dengan dalam negeri. Namun menurutnya, langkah ini tak tepat lantaran bagaimana pun, kompetensi setiap dokter pasti berbeda bergantung pada kedalaman dan intensitas belajar masing-masing orang.

"Waktu tunggu proses adaptasi kisaran paling cepat tujuh bulan, bisa sampai dua tahun. Bahkan saya saat mau adaptasi, ada dokter anak lulusan negara lain itu sampai lima tahun tidak dipanggil-panggil untuk interview. Dalihnya, untuk menyamaratakan. Dianggap bisa menyamaratakan, untuk menyamaratakan kompetensi," beber dr Anthony.

"Pada prinsipnya, kedokteran itu tidak bisa sama rata. Seorang mungkin akan belajar lebih dalam dibanding yang lain ketika memiliki intensi yang banyak dan ingin terus belajar. Sedangkan dokter lain, tentunya zaman kompetisi ini akan merubah pola pikir masyarakat, mereka harus menjadi yang terbaik kalau dibuka benar-benar persaingan bebas sehingga persaingan sehat akan terjadi," pungkasnya.

NEXT: Ada pemerasan terselubung dalam proses adaptasi dokter lulusan luar negeri?

Selanjutnya
Halaman
1 2