ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Jun 2022 14:30 WIB

Bisa Mengiritasi Lambung, Pengidap GERD Sebaiknya Waspadai Obat-obat Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Ilustrasi obat (Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario)
Jakarta -

GERD atau disebut gastroesophageal reflux disease merupakan suatu kondisi asam lambung yang keluar dari lambung dan naik ke kerongkongan, sehingga menyebabkan iritasi.

Apabila kondisi ini tak segera ditangani lebih lanjut, pengidap bisa saja mengalami sejumlah kondisi kesehatan yang cukup serius, seperti heartburn (rasa terbakar di dada), sulit menelan, mulut pahit, gigi bolong, batuk, hingga kadang sakit telinga.

GERD umumnya disebabkan oleh asam lambung berlebih yang dipicu dari pola hidup hingga pola makan yang buruk. Akan tetapi, beberapa obat juga diyakini sebagai pemicunya.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, dari RS Brawijaya Depok, menjelaskan bahwa obat-obat yang bersifat iritatif dan mengandung asam biasanya bisa memicu iritasi pada lambung, sehingga bisa memicu gangguan pencernaan seperti dispepsia, GERD, maupun ulkus (perlukaan).

Begitu juga pengidapnya akan mengalami gejala nyeri, begah, dan sebagainya akibat kondisi tersebut.

"Obat-obatan yg sifatnya iritatif terhadap lambung biasanya mengandung asam," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2022).

"Dari yang ringan seperti dispepsia sampai yg berat seperti GERD, maupun ulkus. Bila sudah terjadi iritasi maka dengan keluarnya asam lambung yang biasanya normal maka akan terjadi gangguan baik nyeri, begah, dan sebagainya," sambungnya.

Adapun obat yang berpotensi memicu iritasi hingga menyebabkan GERD, seperti:

  • Vitamin C
  • Obat pengencer darah
  • Obat nyeri yang punya sifat menghambat prostaglandin
  • Obat yang mengandung natrium diklofenak dan golongannya
  • Obat antibiotik yang memiliki sifat asam

"Seperti vitamin C, obat pengencer darah, obat nyeri dan sebagainya," ucap dr Aru.

"Kemudian obat-obat anti nyeri yang punya sifat menghambat prostaglandin, sementara prostaglandin dibutuhkan untuk melapisi dinding lambung. Seperti natrium diklofenak dan golongannya. Beberapa antibiotik yang sifatnya asam," sambungnya lagi.

Meskipun demikian, dr Aru menyebut tidak semua orang akan mengalami gangguan pada pencernaan akibat sejumlah obat tersebut. Ada juga yang bisa mengkonsumsinya dengan aman.



Simak Video "Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT