Rabu, 22 Jun 2022 18:00 WIB

COVID-19 Makin Ngegas, Kasus di 19 Provinsi RI Ini Naik Pesat!

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan adanya kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia. Terhitung sejak 12-19 Juni 2022, terjadi kenaikan kasus sebesar 105 persen, dari 3.688 di pekan lalu menjadi 7.587 kasus.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan ini juga akan berdampak pada jumlah kasus aktif mingguan.

"Hal ini juga berpengaruh pada kasus aktif yang ikut meningkat dari 4.734 menjadi 8.594 pada minggu ini," kata Prof Wiku dalam konferensi pers, Selasa (21/6/2022).

Berdasarkan data yang ada, kenaikan kasus aktif didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa. Berikut daftar provinsi dengan kasus tertinggi:

  • DKI Jakarta: 2.211 menjadi 4.980 kasus
  • Jawa Barat: 849 menjadi 1.535 kasus
  • Banten: 382 menjadi 667 kasus
  • Bali: 222 menjadi 331 kasus
  • Jawa Timur: 161 menjadi 224 kasus
  • Jawa Tengah: 151 menjadi 331 kasus
  • DI Yogyakarta: 130 menjadi 146 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 0 menjadi 16 kasus
  • Riau: 1 menjadi 14 kasus
  • Kalimantan Timur: 16 menjadi 29 kasus
  • Sumatera Selatan: 24 menjadi 33 kasus
  • Kalimantan Selatan: 19 menjadi 24 kasus
  • Kepulauan Riau: 29 menjadi 24 kasus
  • Kalimantan Utara: 6 menjadi 10 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 36 menjadi 37 kasus
  • Kalimantan Tengah: 22 menjadi 23 kasus
  • Jambi: 5 menjadi 6 kasus
  • Bangka Belitung: 6 menjadi 7 kasus
  • Aceh: 0 menjadi 1 kasus

Namun, Prof Wiku mengingatkan agar masyarakat tidak cukup puas meski kasus positif COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, kondisi ini masih harus tetap diwaspadai.

"Meskipun angka ini terbilang tidak tinggi dibandingkan penduduk Indonesia secara keseluruhan, namun dengan jumlah kasus yang selalu kita pertahankan di bawah angka 1.000 dalam dua bulan terakhir, ini alarm yang perlu kita waspadai," jelas Prof Wiku.

"Meski jumlah ini tidak besar dibanding jumlah kasus positif, saya tekankan bahwa satu kematian saya terbilang nyawa," tegasnya.



Simak Video "Kasus Covid-19 Diprediksi Landai, Apa Tanggapan Pakar Mikrobiologi?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)