Kamis, 23 Jun 2022 19:00 WIB

Keseringan Ngevape? Awas, Bisa Bikin Mr P Loyo

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
banana with open skin in the tossed state on a dark background Keseringan ngevape? awas, bikin Mr P loyo. Foto: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin
Jakarta -

Disfungsi ereksi merupakan kondisi yang kerap menjadi masalah utama oleh banyak pria. Kondisi ini membuat seseorang tak mampu untuk mempertahankan ereksi yang cukup kuat saat melakukan hubungan seksual, istilah lainnya juga bisa disebut impotensi.

Konsultan andrologi-urologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr Widi Atmoko, SpU(K), menjelaskan penyebab disfungsi ereksi bisa dipicu oleh gaya hidup yang tak baik, seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga menggunakan narkoba.

"Gaya hidup misalnya seperti obesitas atau kegemukan, merokok, konsumsi alkohol, dan narkoba," ucapnya saat webinar virtual, Rabu (23/6/2022).

Lalu, bagaimana dengan vape atau rokok elektrik?

Menurut dr Widi, vape dan rokok secara penelitian sama-sama bisa memicu disfungsi ereksi pada seseorang. Bahkan, bisa juga menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru.

"Vaping itu sebenarnya sama saja sama rokok. Bahkan untuk penyakit paru itu sama. Itu sudah jelas sekali secara penelitian," tuturnya.

"Jadi, ya saya juga kurang ngerti ya kenapa banyak orang yang menggunakan vaping itu dengan dalil lebih aman, tapi secara penelitian ternyata dari paru-paru dan lain-lain sebenarnya terganggu juga. Jadi, tetap hati-hati dari kalau menurut kita dari medis" pungkasnya.

Sebagai informasi, vape atau rokok elektrik sama seperti rokok konvensional. Bedanya, vape merupakan alat yang digunakan dengan baterai, sedangkan rokok konvensional dinyalakan dengan api. Adapun kandungannya berisi cairan bahan yang berbahaya seperti nikotin, serta tidak memiliki standar baku.

Oleh karenanya dr Widi menghimbau untuk tidak merokok, baik elektrik maupun konvensional demi mencegah terjadinya masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi.

"Jadi, saran saya jangan merokok baik elektrik maupun tidak elektrik," sambungnya lagi.



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)