Jumat, 24 Jun 2022 09:01 WIB

Deklarasikan Cacar Monyet Jadi Pandemi, Siapa Sih WHN?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
4K Resolution, Accidents and Disasters, Aggression, Backgrounds Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/blackdovfx
Jakarta -

Baru-baru ini muncul Jaringan Kesehatan Dunia atau World Health Network (WHN) yang disebut-sebut sebagai tandingan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Melalui laman resminya, WHN menetapkan penyakit cacar monyet sebagai pandemi.

WHN mendesak semua otoritas kesehatan masyarakat untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan menggunakan intervensi yang tersedia, diperlukan, serta terbukti untuk menahan serta dan menghentikan penyebaran penyakit tersebut. WHN merupakan kolaborasi antara tim peneliti dan warga negara untuk mempromosikan kesehatan serta mencegah bahaya yang bersifat independen.

Ahli epidemiologi sekaligus salah satu pendiri WHN, Eric Feigl-Ding, PhD, mendesak WHO untuk segera mendeklarasikan cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

"WHO perlu segera mendeklarasikan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)," kata Eric Feigl-Ding yang dikutip dari laman resmi WHN, Jumat (24/6/2022).

"Pelajaran dari tidak segera mendeklarasikan PHEIC pada awal Januari 2020 harus diingat sebagai pelajaran sejarah, tentang apa artinya tindakan terlambat pada epidemi bagi dunia," lanjutnya.

Menanggapi ini, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menjelaskan bahwa PHEIC itu tidak selalu menjadi deklarasi sebuah penyakit menjadi pandemi. Itu merupakan pemberitahuan sebuah penyakit menjadi krisis kesehatan global.

"PHEIC itu bukan deklarasi pandemi, tetapi deklarasi suatu krisis kesehatan global," tegasnya melalui pesan singkat pada detikcom.

Dicky menegaskan penetapan penyakit menjadi PHEIC itu adalah kewenangan WHO dan tidak selalu berarti menjadi pandemi. Penetapan PHEIC ini juga tidak berbasis berdasarkan kriteria, seperti tingkat keparahan, kecepatan penularan, kematian, hingga lokasi.

"Di bawah International Health Regulation, penetapan PHEIC ini kewenangannya ada di WHO dan tidak selalu berarti itu pandemi," kata Dicky.

"Penetapan PHEIC ini memang tidak mudah, ada faktor-faktor yang berpengaruh di sini. Ya salah satunya adalah masalah politik," bebernya.

Adapun tiga kriteria penentuan PHEIC, yakni:

  • Kejadian wabah ini tidak biasa atau unusual, tidak lazim, atau tidak diekspetasi sebelumnya.
  • Ada potensi penyebaran secara global atau internasional, yang salah satunya disebabkan imunitas yang minim yang dimiliki manusia.
  • Apakah pengendalian dari wabah yang terjadi ini memerlukan respons koordinasi secara global atau tidak.


Simak Video "WHO Sebut Kasus Cacar Monyet Mulai Menular ke Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)