Jumat, 24 Jun 2022 10:30 WIB

BPOM AS Larang Penjualan Vape-Pod Juul Gegara Masalah Keamanan!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Juul BPOM AS melarang penjualan rokok elektrik atau vape. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi melarang penjualan dan pemasaran rokok elektrik atau vape Juul Labs Inc. Pelarangan tersebut berdasarkan analisis FDA terkait tidak adanya bukti keamanan penggunaan bahan kimia dalam vape produksi Juul.

Perusahaan ditegaskan FDA harus menghentikan pemasaran dan penjualan perangkat vaping Juul dan empat jenis pod cair termasuk pod rasa tembakau Virginia dan pod rasa mentol dengan kadar nikotin 5 persen dan 3 persen.

"Tindakan hari ini merupakan kemajuan lebih lanjut dari komitmen FDA untuk memastikan bahwa semua produk sistem pengiriman e-rokok dan nikotin elektronik yang saat ini dipasarkan ke konsumen memenuhi standar kesehatan masyarakat kami," jelas Komisaris FDA Robert M. Califf mengatakan dalam sebuah pernyataan.

FDA mengatakan Juul tidak memiliki bukti untuk terus menjual produknya dengan alasan bahan kimia yang digunakan akan memiliki kadar yang tepat untuk perlidungan kesehatan masyarakat. Tahun 2020 lalu, FDA memang mewajibkan seluruh perusahaan rokok elektrik dan vaping mengajukan aplikasi pemasaran produk mereka.

FDA juga melarang pod jus rasa buah dan mint yang digunakan dalam rokok elektrik dan produk vaping, larangan ini tetapi tidak berlaku untuk mentol dan produk rasa tembakau. Sementara September lalu, FDA melarang ratusan ribu penjualan vape atau rokok elektronik, tetapi tidak termasuk Juul lantaran adanya kecaman terkait daya tarik tinggi pada vapers atau pengguna vape remaja.

"Penghapusan produk Juul oleh FDA, menolak aplikasi perusahaan untuk terus menjual perangkat vaping dan pod rasa mentol dan tembakau, sudah lama tertunda," kata Erika Sward, asisten wakil presiden advokasi nasional Asosiasi Paru-paru Amerika.

"Juul sebagian besar bertanggung jawab atas epidemi vaping kaum muda," kata Sward. "Tidak ada perusahaan dan tidak ada produk yang secara terang-terangan mengabaikan kesehatan anak-anak kita dan kesehatan masyarakat yang boleh tetap ada di pasar."

John Banzhaf III, seorang profesor hukum kepentingan publik Universitas George Washington yang telah lama mengupayakan regulasi perangkat vaping yang lebih ketat, mengatakan pemasaran Juul kepada anak-anak kemungkinan memengaruhi larangan FDA.

"Promosi Juul ditujukan kepada anak-anak, dan saya pikir itulah salah satu alasan FDA mengejar mereka terlebih dahulu," kata Banzhaf. "Ini benar-benar senjata pembuka. Akhirnya mereka akan pergi, atau hampir semua, rokok elektrik."



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)