ADVERTISEMENT

Jumat, 24 Jun 2022 10:45 WIB

Hari Gini Pakai Kalkulator Masa Subur? Hitung Manual Saja, Begini Caranya

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Negative pregnancy test with circling date in calendar. Planning of pregnancy, trying to have baby. Top view. Ilustrasi kalkulator masa subur yang dihitung secara manual menggunakan kalender (Foto: iStock)
Jakarta -

Kalkulator masa subur memang memudahkan pasangan yang sedang program hamil. Namun, masa subur juga bisa dihitung manual tanpa kalkulator lho. Begini caranya.

Memang ada banyak sih aplikasi kalkulator masa subur yang menawarkan cara menghitung masa subur, namun ternyata masa subur dapat dihitung secara manual.

Kalkulator masa subur sebenarnya tak terlalu dibutuhkan jika masing-masing wanita bisa menghitung sendiri siklus menstruasinya.

Dikutip dari Parent, perhitungan masa subur dapat dilakukan secara mandiri, karena pada dasarnya berbagai aplikasi kalkulator masa subur juga mendasarkannya pada siklus menstruasi dan fase luteal.

Padahal kenyataannya tidak semua wanita berada pada siklus menstruasi dan fase luteal yang sama.

Kalkulator Masa Subur

Berikut merupakan tiga langkah untuk menghitung masa subur secara manual.

1. Pahami Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah rentang waktu antara hari pertama menstruasi pada bulan tertentu dengan hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.

Tandai hal tersebut pada kalender di rumah hingga tiga atau empat bulan ke depan untuk mendapatkan siklus menstruasi yang akurat. Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda.

Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari, namun siklus menstruasi normal berada pada kisaran 23 hingga 35 hari. Tak hanya itu, panjang siklus juga dapat berbeda setiap bulannya.

2. Tentukan Hari Ovulasi

Kunci dari pembuahan adalah melakukan hubungan seksual pada rentang sekitar waktu ovulasi. Waktu ovulasi adalah waktu di mana sel telur telah matang dan dilepaskan oleh salah satu ovarium dan bergerak menuju tuba fallopi.

Mengenali waktu ovulasi sangat penting ketika anda atau pasangan anda menghitung kalkulator masa subur. Terdapat perbedaan mengetahui waktu ovulasi antara wanita yang mengalami menstruasi secara teratur dan yang tidak teratur.

Jika Siklus Menstruasi Teratur

Jika seorang wanita mempunyai siklus menstruasi secara teratur, maka ia bisa menghitung waktu ovulasi dengan menggunakan operasi matematika sederhana.

Pada siklus menstruasi rata-rata, ovulasi terjadi 14 hari sebelum periode menstruasi tiba atau ovulasi terjadi pada hari ke 14 dari siklus 28 hari. Jadi, intinya anda atau pasangan anda hanya tinggal mengurangi 14 hari dari panjang siklus menstruasi.

Sebagai contoh jika seorang wanita mempunyai siklus menstruasi teratur dengan panjang 30 hari, maka ia mungkin akan berovulasi pada hari ke-16 (30 - 14 = 16) yang dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir.

Contoh lainnya adalah wanita yang mempunyai siklus menstruasi teratur 25 hari, maka ia mungkin akan berovulasi pada hari ke-11 (25 - 14 = 11).

Jika Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Beberapa wanita mungkin tidak mempunyai siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya. Maka dari itu, ia bisa menggunakan beberapa cara di bawah untuk mengetahui kapan ia berovulasi.

Melacak Suhu Tubuh

Petunjuk bahwa seorang wanita sedang mengalami ovulasi adalah meningkatnya suhu tubuh biasa wanita atau dikenal dengan istilah suhu tubuh basal.

Seorang wanita dapat mengukur suhu tubuh ketika pagi hari sebelum ia bangun dari tempat tidur. Termometer yang digunakan adalah termometer khusus untuk mengukur suhu tubuh basal.

Sebagian wanita mengalami peningkatan suhu sekitar setengah derajat dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah ovulasi.

Menggunakan Alat Prediksi Ovulasi

Metode ini mungkin lebih mahal dibandingkan termometer suhu basal, namun hasil yang didapatkan akan lebih akurat. Metode ini menggunakan alat yang akan mengukur tingkat hormon luteinizing pada urin wanita.

Ketika kadar hormon tersebut meningkat, hal itu menjadi pertanda bahwa salah satu indung telur akan melepaskan sel telur.

Memerhatikan Lendir Serviks

Metode ini tidak akan memberikan informasi yang telat kapan seorang wanita sedang mengalami ovulasi. Namu, metode ini akan memberikan indikasi bahwa anda atau pasangan anda sedang berada dalam masa subur atau tidak.

Saat tubuh siap untuk berovulasi, maka akan menghasilkan lendir serviks yang tipis dalam jumlah yang lebih besar. Lendir tersebut akan tampak jernih, melar, licin, dan berwarna seperti putih telur mentah.

3. Menentukan Waktu Berhubungan Seks

Pada dasarnya, kalkulator masa subur dibuat untuk memudahkan pasangan mengetahui kapan seorang wanita mengalami ovulasi. Ketika seorang wanita sudah mengetahui kapan ia berovulasi atau rentang tanggal kemungkinan berovulasi, hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menentukan waktu berhubungan seks bersama pasangan.

Para praktisi kesehatan menyarankan untuk pasangan berhubungan seks sekitar lima hari sebelum ovulasi hingga beberapa hari setelah ovulasi. Pada rentang waktu tersebut, pasangan melakukan hubungan seks setiap hari.

Meskipun sperma mampu hidup di dalam tubuh wanita selama tiga hingga lima hari. Namun, masa hidup sel telur hanya sekitar 12 hingga 24 jam.

Beberapa pasangan mungkin mengkhawatirkan berhubungan seks setiap hari akan menguras sperma pria. Namun, testis yang sehat akan mampu menghasilkan sperma secara terus-menerus. Jadi berhubungan seks setiap hari seharusnya tidak menimbulkan sebuah masalah.

Nah sudah tahu kan, langkah-langkah yang harus dilakukan ketika ingin mencari waktu yang tepat untuk program hamil tanpa perlu kalkulator masa subur? Segera praktikkan!



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT