ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 14:46 WIB

Heboh Tanya Jawab 'NGL' di Instagram, Kok Beraninya Anonim Sih?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Shopping on Virus Times at Home, Covid-19, Coronavirus, Stay Home Penjelasan psikolog perihal penyebab fitur pesan anonim Not Gonna Lie (NGL) kini ngetren di Instagram. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pofuduk Images
Topik Hangat Tren Pesan Anonim
Jakarta -

Kini marak pengguna Instagram berbondong-bondong memasang fitur Not Gonna Lie (NGL). Melalui aplikasi tersebut, pengguna bisa menerima pesan dan pertanyaan 'anonymous' dari orang lain. Sejumlah pengguna kemudian membagikan pesan dan pertanyaan yang diterimanya ke Instagram Story. Melihat banyaknya orang antusias mengirim pesan dengan identitas tersembunyi. Kenapa hal ini menjadi tren di media sosial?

"Menurut saya saja wajar-wajar saja karena sama seperti tren-tren sebelumnya (seperti) hari bumi, mungkin sharing foto dengan topik tertentu, hal ini membuat orang menjadi lebih seru bermain media sosial atau Instagram. Jadi tidak monoton lihat-lihat foto saja, tetapi ada sesuatu yang dikenali," ujar psikolog Anasastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate pada detikcom, Senin (27/6/2022).

"Orang itu kan senang ya tahu dari orang lain informasi tertentu, kepo. Jadi wajar saja kalau banyak orang yang ingin menyampaikan pesan secara anonymous," lanjutnya.

Namun begitu Sari memberikan catatan, fitur nge-trend tersebut pada dasarnya tak terlepas dari trik promosi Instagram. Sehingga jika ada pengguna yang tak nyaman menerima pesan anonim, misalnya yang bermuatan mengejek atau membuat sakit hati, pengguna tak harus mengikuti arus tren tersebut.

Pun pengguna tak ingin mengikuti trend tersebut lantaran menghindari sakit hati imbas omongan orang lain, keputusan tersebut tak bakal membuat pengguna 'kurang update'. Mengingat, masih banyak fungsi lain Instagram yang bisa dipetik oleh pengguna.

"NGL ini memang salah satu trick promosi dari Instagram, nanti kerja dengan siapa, aplikasi apa. Memang itu orang jualan. Kita kan konsumen. Sehingga kalau sudah seperti itu, apa pun yang kita konsumsi semua ada efeknya," beber Sari.

"Sama seperti kita mau makan, konsumsi makanan. Nggak harus semua makanan yang lagi ngetrend kita makan. Kalau itu membuat kita tidak nyaman (seperti) keselek kek, kepedasan kek, ya sudah mau terus makan supaya tetap ngetren atau mau berhenti? Boleh kok. Tidak membuat kamu menjadi kudet. Masih ada mainan lain, masih ada fungsi lain Instagram-nya. Masih ada makanan lain ibaratnya," pungkasnya.



Simak Video "Konten Negatif Kok Cenderung Mudah Viral?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
Topik Hangat Tren Pesan Anonim

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya