ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Jun 2022 08:30 WIB

Peneliti Temukan Virus Cacar Monyet Sudah Bermutasi, Jadi Mudah Menular

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Peneliti temukan virus cacar monyet sudah bermutasi, jadi mudah menular. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan Nature Medicine menemukan bahwa virus cacar monyet yang melanda banyak negara saat ini telah alami mutasi yang sangat cepat.

Penelitian ini dilakukan Institut Kesehatan Nasional Doutor Ricardo Jorge di Portugal dan menemukan bahwa strain virus cacar monyet saat ini sangat mirip dengan strain yang menyebabkan wabah pada 2018-2019 di Nigeria. Namun saat ini telah bermutasi 50 kali dan terus berkembang melalui transmisi manusia menghasilkan 15 varian virus cacar monyet lainnya.

"Para penulis menggambarkan jumlah mutasi virus yang sangat tinggi, tetapi implikasinya terhadap tingkat keparahan penyakit atau penularannya belum jelas," ucap dr Hugh Adler dari Liverpool School of Tropical Medicine mengomentari penelitian ini, dikutip dari WebMD, Rabu (29/6/2022).

Sementara itu membicarakan penelitian yang sama, mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama menyatakan virus cacar monyet saat ini berbeda dengan asal virus yang terjadi di Afrika. Ia menilai virus telah bermutasi dan menjadi lebih menular.

"Berdasar artikel ilmiah di jurnal Nature Medicine 24 Juni dimana virus penyebab monkeypox sekarang di negara non-endemik ternyata berbeda dari yang asalnya di beberapa negara Afrika. Yang sekarang ini sudah bermutasi dan juga lebih mudah menular," ujarnya pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Penelitinya juga menyebut peran superspreader sebagai salah satu penyebab penularan di masyarakat," pungkasnya.

Simak Video 'WHO Soroti Hal Ini Terkait Ancaman Cacar Monyet yang Kian Serius':

[Gambas:Video 20detik]



(mfn/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT