ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Jun 2022 10:32 WIB

6 Anak di Thailand Dirawat Usai Alami Efek Samping Ganja

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
The first customer of the day, Rittipomng Bachkul celebrates after buying legal marijuana at the Highland Cafe in Bangkok, Thailand, Thursday, June 9, 2022. Measures to legalize cannabis became effective Thursday, paving the way for medical and personal use of all parts of cannabis plants, including flowers and seeds. (AP Photo/Sakchai Lalit) 6 anak di Thailand dirawat usai alami efek samping ganja (Foto: AP/Sakchai Lalit)
Jakarta -

Pemerintah Thailand secara resmi melegalkan tanaman ganja pada awal Juni lalu. Langkah ini pun memunculkan banyak kekhawatiran tentang potensi penggunaan zat yang tak terkendali, di mana saja, oleh siapa saja, dan termasuk anak-anak.

Dikutip dari Thai PBS, Rabu (29/6/2022), menurut laporan Royal College of Pediatricians of Thailand dan Pediatrics Society of Thailand, sebanyak enam anak di bawah umur mengalami efek samping setelah mengkonsumsi ganja secara tidak sengaja. Laporan ini berdasarkan data per 21 Juni hingga 26 Juni 2022.

Kepala Pusat Klinis Penyakit Menular di Rumah Sakit Chulalongkorn, Prof dr Opass Putcharoen, di akun Facebooknya menjelaskan seorang gadis berusia 3 tahun mengalami efek samping setelah tak sengaja mengonsumsi kue yang mengandung ganja. Kue tersebut diberikan oleh seorang kerabatnya dari rumahnya.

"Ganja sebenarnya untuk tujuan medis. Para dokter, khususnya psikiater dan ahli saraf, mulai bekerja lebih keras. Mulai terlihat anak-anak dan remaja, terkena efek samping ganja," tulis dr Opass Putcharoen, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, dikutip Selasa (29/6/2022).

Dalam penjelasannya, kasus kedua merupakan pasien psikiatris berusia 14 tahun yang tidak meminum obatnya selama dua minggu. Ia dilaporkan telah merokok sebatang ganja tanpa sengaja, dengan tujuan untuk menghilangkan stres.

Setelahnya, ia menjadi kebingungan dan suasana hatinya berubah drastis. Ia pun harus mendapat perawatan.

Kasus selanjutnya, seorang remaja berusia 17 tahun di Provinsi Phichit yang mengonsumsi ganja untuk bersenang-senang. Kemudian mengalami halusinasi, menjadi agresif, dan mencoba melukai diri. Ia kemudian dirawat dan dipulangkan.

Sementara remaja berusia sama di Kota Nakhon Si Thammarat, mengaku kepada gurunya telah menggunakan ganja selama satu tahun belakangan. Setelah mengetahui itu, sang guru menyadari bahwa muridnya telah kehilangan banyak berat badan dan lemas. Kemudian murid tersebut langsung mendapat perawatan.

Kasus lain menyangkut seorang anak berusia 16 tahun yang mengonsumi ganja dan merasakan efek samping kecemasan ekstrem yang membuatnya mencoba melukai diri. Ia kemudian mendapat perawatan oleh psikiater dan mendapat obat.

Anak berusia 16 tahun di Bangkok yang memiliki riwayat masalah kejiwaan, mencoba coklat mengandung ganja. Ia merasakan efek samping muntah, cemas, dan mulai berhalusinasi.

Dalam keterangannya, dr Opass menghimbau kepada seluruh dokter yang merawat pasien anak yang mengalami efek samping ganja, rami, atau ekstraknya, untuk segera melaporkan kasus tersebut ke Royal College Pediatricians dan Pediatrics Society of Thailand. Sehingga pemerintah dapat mencatat semua kasus dan mendalaminya, guna melindungi anak muda dari efek berbahaya tanaman ganja.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT