ADVERTISEMENT

Rabu, 29 Jun 2022 15:36 WIB

Obat COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5 Apa Saja Sih? Ini Panduannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Pekerja menunjukkan paket obat COVID-19 di salah satu gerai ekspedisi SiCepat pengiriman barang gerai di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu (17/7/2021). Pemerintah pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww. *** Local Caption *** Obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5 (Foto: ANTARA/RENO ESNIR)
Jakarta -

Obat COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5 penting diketahui pasien yang terkonfirmasi positif Omicron BA.4-BA.5 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Berhubungan dengan hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) telah menyediakan sejumlah paket obat gratis COVID-19 yang bisa didapatkan melalui layanan telemedicine.

Meskipun demikian, obat COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5 ini dikhususkan bagi pasien yang bergejala ringan atau tanpa gejala ya.

Sementara untuk pasien bergejala sedang hingga berat harus dirawat di rumah sakit. Pemilihan obatnya juga mengikuti aturan yang diberikan oleh rumah sakit. Lantas, apa saja obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5? Simak informasi berikut ini.

Obat COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5

Terdapat sejumlah paket obat COVID-19 Omicron BA.4 dan BA.5 yang disediakan Kemenkes bagi pasien yang menjalani isoman di rumah, yaitu:

Paket A Obat untuk Tanpa Gejala

Paket A ini diberikan untuk pasien tanpa gejala yang terdiri dari:

  • Multivitamin C, B, E, Zinc dengan dosis 1x1 sejumlah 10

Catatan: Dosis 10 hari

Paket B Obat untuk Gejala Ringan

Paket B diberikan untuk pasien yang bergejala ringan:

  • Multivitamin C, B, E, Zinc dengan dosis 1x1 sejumlah 10
  • Parasetamol tab 500 mg sejumlah 10 (dosis hanya jika diperlukan)
  • Favipiravir 200mg sejumlah 40 kaplet

Atau

  • Molnupiravir 200mg dengan dosis 2x4 tab (1-5 hari) sejumlah 4

Catatan: Dosis 10 hari

Obat Berdasarkan Pedoman tatalaksana COVID-19

Dikutip dari Pedoman tatalaksana COVID-19 edisi ke-4 yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut obat buat Omicron untuk pasien yang menjalani isoman:

Obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5 untuk Pasien Tanpa Gejala

Vitamin C dengan pilihan:

  • Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari)

Vitamin D

  • Dosis 1.000-5.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup) selama 14 hari

Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan, namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien. Begitu juga obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan dapat diberikan

Obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5 untuk Pasien Bergejala

Vitamin C dengan pilihan:

  • Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari)

Vitamin D

  • Dosis 1.000-5.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup) selama 14 hari

Obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5 Antivirus

  • Favipiravir (sediaan 200 mg) loading dose 1.600 mg/12 jam/oral hari ke-1 dan selanjutnya 2 kali 600 mg (hari ke 2-5), ATAU
  • Molnupiravir (sediaan 200 mg, oral), 800 mg per 12 jam, selama 5 hari, ATAU
  • Nirmatrelvir/Ritonavir (sediaan 150 mg/100 mg dalam bentuk kombinasi), Nirmatrelvir 2 tablet per 12 jam, Ritonavir 1 tablet per 12 jam, diberikan selama 5 hari

Pengobatan simptomatis seperti parasetamol bila demam. Bisa juga obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan, namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien

Itulah obat COVID-19 Omicron BA.4-BA.5 untuk pasien bergejala ringan atau tanpa gejala. Penting dicatat ya guys, untuk mendapatkan obat-obatan di atas, perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.



Simak Video "WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT