ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Jun 2022 06:30 WIB

Jemaah Haji RI Rawan Hadapi Tiga Kelainan Jantung Ini, Waspada Gejalanya!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
MECCA, SAUDI ARABIA - JUNE 26: Muslims, who came to the holy lands from all over the world, continue their worship to fulfill the Hajj pilgrimage in Mecca, Saudi Arabia on June 26, 2022. Prospective pilgrims who performed the prayer at the Masjid al-Haram, circumambulated and prayed in the Kaaba. (Photo by Ashraf Amra/Anadolu Agency via Getty Images) Imbauan Kemenkes RI untuk jemaah haji. (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan ada 14 kematian jemaah haji Indonesia hingga hari ke 28 operasional tahun ini. Total 12 di antaranya meninggal dikarenakan penyakit jantung.

Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KHHI) Makkah juga mencatat hingga Senin (27/6/2022), ada 462 jemaah yang menjalani pemeriksaan rawat jalan, 42 di antaranya mengalami kelainan jantung. Sementara 179 jemaah dari total tersebut tengah menjalani rawat inap, 13 di antaranya yakni pasien jantung.

Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah dr Mohammad Rizki Akbar, ada tiga jenis kelainan jantung yang ditemukan pada jemaah haji Indonesia. Baik dari kasus rawat jalan maupun rawat inap.

"Kelompok pertama yang paling banyak masuk kepada kelompok gagal jantung," ungkap dr Rizki yang juga merupakan tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Gejala Terbanyak

Keluhan jemaah haji Indonesia yang paling banyak dialami yakni sesak napas. dr Rizki juga menyebut ciri lainnya ditandai dengan bengkak di tungkai kaki.

"Biasanya terjadi karena minum obat tidak teratur, atau aktivitas ibadah fisik yang terlalu berat," tambahnya, dikutip dari rilis Kemenkes RI.

"Kelompok kedua adalah pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada, lanjut dr Rizki.

Kondisi tersebut disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung.

"Sementara kelompok ketiga adalah pasien yang datang dengan keluhan berdebar. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada irama jantungnya," jelasnya.

Ia menyarankan jemaah yang memiliki faktor risiko jantung segera melapor ke dokter maupun perawat, sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

"Sehingga mereka bisa langsung lakukan evaluasi apakah ini terkait dengan perburukan kondisi ataukah tidak. Dengan demikian kita bisa melakukan pelayanan pengobatan di KKHI," pungkas dia.



Simak Video "Jangan Takut Cek Jantung di Rumah Sakit"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya