ADVERTISEMENT

Senin, 27 Jun 2022 10:30 WIB

Dear Jemaah Haji, Kemenkes Imbau Perhatikan Warna Urine dan Waspada Dehidrasi

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Sejumlah calon jamaah haji tiba di Asrama Haji Pondok Gede. Mereka melakukan kelengkapan administrasi sebelum berangkat pada Minggu (7/7/2019) dini hari. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI meminta jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan warna urine saat menunaikan ibadah haji. Sebab, jika urine berwarna kuning menjadi penanda dehidrasi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana, MARS, meminta para jemaah haji memantau kesehatannya masing-masing. Terutama jamaah haji yang tinggi risiko, jangan sampai kekurangan cairan yang berakhir dehidrasi.

"Air kencing berwarna kuning, itu tanda dehidrasi," kata dr Budi Sylvana dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, Senin (27/6/2022).

Menurut dr Budi, kekurangan cairan bagi jamaah haji yang berusia muda masih bisa ditoleransi. Namun, berbeda bagi jamaah haji yang lanjut usia (lansia) karena bisa menjadi masalah dan dapat menimbulkan kekambuhan pada penyakit komorbid.

"Kalau kita yang muda-muda masih bisa bertahan, tetapi berbeda bagi jamaah haji yang sudah tua," katanya.

Suhu Udara Arab Saudi Tinggi

Ia juga mengingatkan bahwa suhu di Arab Saudi sangat tinggi, tetapi kelembabannya rendah. Sehingga ketika melakukan fisik badan mungkin tidak akan berkeringat.

"Lari lima kilometer di sini tidak keluar keringat, tapi kalau lari lima km di Indonesia pasti mandi keringat," katanya.

Oleh karena itu, ia berpesan agar para jamaah haji tetap menjaga diri dari dehidrasi atau tidak kekurangan cairan meskipun tubuh tidak berkeringat.

"Agar baik jemaah maupun petugas tetap dalam kondisi terbaik," katanya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(any/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT