ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Jun 2022 21:30 WIB

Duh, Studi Ungkap Kasus Pertama Penularan COVID-19 Kucing ke Manusia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Sebuah tim peneliti dari Thailand melaporkan adanya bukti kuat penularan COVID-19 dari kucing ke manusia pertama di dunia. Para ahli mengatakan hasil dari penelitian itu meyakinkan.

Para ahli terkejut bahwa butuh waktu yang lama untuk memastikan bahwa penularan antara kucing ke manusia itu bisa terjadi. Ini mungkin disebabkan kontak dekat antara kucing dan manusia dan kemampuan virus yang terus berkembang.

Studi di awal pandemi menemukan bahwa kucing melepaskan partikel virus menular dan dapat menginfeksi kucing lain. Dan selama pandemi, banyak negara yang melaporkan infeksi SARS-CoV-2 yang terjadi pada kucing-kucing peliharaan.

Namun, saat itu cukup sulit untuk menentukan arah penyebaran virus, baik dari kucing ke manusia maupun sebaliknya. Menurut ahli virus di Erasmus University Medical Center di Rotterdam, Belanda, Marion Koopmans, studi di Thailand ini bisa menjadi contoh yang bisa dilakukan untuk melakukan pelacakan kontak dengan baik.

Temuan Kasus Penularan COVID-19 Kucing ke Manusia

"Temuan kucing, yang diterbitkan di Emerging Infectious Diseases1 pada 6 Juni, muncul secara tidak sengaja," kata rekan penulis, peneliti penyakit menular, sekaligus dokter di Universitas Prince of Songkla di Hat Yai, Thailand Selatan, Sarunyou Chusr, dikutip dari laman Nature, Kamis (30/6/2022).

Pada bulan Agustus 2021, seorang ayah dan anak yang dites positif COVID-19 dipindahkan ke bangsal isolasi di rumah sakit Universitas Prince of Songkla di Hat Yai. Kemudian, kucing peliharaan mereka yang berusia 10 tahun dibawa ke dokter hewan untuk dilakukan tes swab.

Setelah dites, hasilnya ternyata kucing tersebut positif COVID-19. Namun, saat bagian hidungnya itu diusap, kucing itu bersin di depan seorang dokter bedah hewan yang menggunakan masker, sarung tangan, tetapi tidak memakai pelindung mata.

Dokter Hewan Mengalami Sejumlah Gejala

Sekitar tiga hari kemudian, dokter hewan itu mengalami sejumlah gejala seperti demam, pilek, dan batuk. Setelah dites, ternyata ia dinyatakan positif COVID-19.

Anehnya, dokter itu tidak melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Hal inilah yang memperkuat bahwa dokter tersebut tertular virus Corona dari kucing yang diperiksanya.

Hasil Analisis Genetik

Melihat kemungkinan itu, hasil tes kemudian dianalisis secara genetik. Hasilnya juga menegaskan bahwa dokter hewan tersebut terinfeksi varian Corona yang sama seperti kucing dan pemiliknya. Bahkan urutan genom virusnya memiliki kesamaan identik.

Risiko Penularannya Rendah

Meski begitu, para ahli mengatakan kasus penularan COVID-19 dari kucing ke manusia mungkin jarang terjadi. Studi itu menunjukkan kucing yang terinfeksi hanya mengeluarkan sedikit virus.

"Studi eksperimental menunjukkan bahwa kucing yang terinfeksi tidak mengeluarkan banyak virus, dan hanya mengeluarkan beberapa hari," jelas Leo Poon, ahli virologi di University of Hong Kong.

Selain kucing, beberapa hewan yang dicurigai menginfeksi COVID-19 ke manusia seperti cerpelai, hamster, hingga rusa ekor putih liar.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT