ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 05:00 WIB

Dokter Jelaskan Fungsi Ganja Medis pada Pasien Cerebral Palsy

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Jakarta -

Belakangan viral seorang ibu bernama Santi Warastuti yang mencuri perhatian publik setelah meminta pertolongan saat acara Car Free Day DKI Jakarta. Ia meminta ketersediaan ganja medis bagi anaknya, Pika, yang mengidap kondisi cerebral palsy.

Menanggapi kasus ini, Ahli saraf dr Lilir Amalini, SpS, dari Primaya Evasari Hospital menjelaskan pemakaian ganja medis untuk kondisi cerebral palsy hanya berfungsi sebagai pereda gejala kejang pada pasien, dan bukan untuk tujuan penyembuhan.

"Jadi kalau kasus yang kemarin itu ya sebenarnya ganja medis di sini gunanya untuk mengontrol kondisi ikutan dari penyakit tersebut yaitu berupa kejang atau epilepsinya, untuk mengontrol kejang mengurangi kejangnya jadi bukan untuk menyembuhkan cerebral palsy-nya," jelas dr Lilir ditemui detikcom, Jumat (1/7/2022).

Ia menambahkan, tidak semua kondisi cerebral palsy memerlukan ganja medis sebagai tambahan pengobatan. Hanya kondisi cerebral palsy tingkat parah saja yang bisa menggunakan bantuan ganja medis.

"Jadi gini cerebral palsy banyak tingkatannya. Ada yang sangat ringan, nah yang pakai ganja ini yang sangat berat," sambungnya.

dr Lilir menyatakan bahwa ganja medis bisa menurunkan frekuensi kejang pada pasien cerebral palsy.

Sementara itu, ia berpesan penggunaan ganja medis untuk pasien cerebral palsy harus sesuai anjuran dokter. Penggunaan ganja medis tanpa rekomendasi dokter, bisa menimbulkan risiko efek samping yang serius.

"Kalau efeknya itu, itu tadi bisa menyebabkan kerusakan otak. Kalo misalnya memang pemakaian tidak tepat, ya iya (berefek buruk)," pungkasnya.

(mfn/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT