ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 06:30 WIB

Bukan Lagi Demam! Ini Gejala Awal saat Kasus COVID-19 Meledak Lagi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hospital COVID
Healthcare workers during an intubation procedure to a COVID patient Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Di tengah lonjakan kasus COVID-19, masyarakat harus lebih waspada pada gejala-gejalanya yang tak biasa. Umumnya, orang yang terinfeksi virus Corona akan mengalami gejala seperti demam dan batuk.

Namun, saat kemunculan berbagai varian Corona seperti Omicron beserta subvariannya membuat gejala yang muncul mengalami perubahan. Aplikasi ZOE Covid Study mengungkap gejala COVID-19 'tertinggi' yang dialami pasien.

Dikutip dari laman Express UK, kelelahan menjadi gejala COVID-19 terbanyak yang masih kurang disadari. Faktanya, aplikasi kesehatan itu menyatakan bahwa 82 persen orang mengalami ini sebagai tanda awal infeksi.

Kelelahan ini juga termasuk sebagai gejala COVID-19 yang lebih banyak dialami dibandingkan tiga gejala umum lainnya yaitu demam, batuk, serta kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa. Kelelahan yang disebabkan COVID-19 memiliki sedikit perbedaan, misalnya terjadi meski hanya melakukan kegiatan ringan sehari-hari.

"Kelelahan pada COVID-19 tidak sama dengan perasaan lelah atau mengantuk yang normal," kata ZOE yang dikutip dari Express UK, Jumat (1/7/2022).

"Ini adalah jenis kelelahan ekstrem atau perasaan lelah yang tetap ada meski sudah beristirahat atau tidur nyenyak," lanjutnya.

Gejala COVID-19 ini juga dikaitkan dengan kondisi 'kabut otak' atau brain fog, yaitu kondisi yang menggambarkan pikiran lamban dan sulit untuk berkonsentrasi.

Kelelahan biasanya muncul pada minggu pertama infeksi yang bisa terjadi pada semua kelompok usia dan berlangsung selama 5-8 hari. Namun, kondisi ini juga bisa bertahan lebih lama dan mengarah pada kondisi long Covid.

Meski termasuk gejala COVID-19, kelelahan juga bisa terjadi karena jadwal kegiatan yang padat atau kondisi tubuh yang sedang tidak sehat.

"Penting untuk diingat bahwa merasa lebih lelah dari biasanya adalah hal biasa ketika Anda melawan infeksi apa pun, bukan hanya virus corona," beber ZOE.

"Dan banyak dari kita juga telah melihat perubahan dramatis dalam hidup kita termasuk rutinitas kita, cara kita bekerja, dan menjaga anak-anak dan kerabat yang lebih tua, yang juga dapat memengaruhi seberapa lelah kita," jelasnya.

Saksikan juga: Legalisasi Ganja Medis Demi Sang Buah Hati

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT