ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Jul 2022 15:15 WIB

WHO Waswas Kasus Cacar Monyet Meroket Cepat, Menular Bukan Hanya Lewat Seks!

Vidya Pinandhita - detikHealth
WHO Gelar Pertemuan Darurat Setelah 3.200 Lebih Kasus Cacar Monyet Terkonfirmasi Foto: ABC Australia
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak diadakannya tindakan khusus untuk menekan penyebaran cacar monyet. Pasalnya di Eropa, kasus cacar monyet tercatat tiga kali lipat dalam dua pekan terakhir.

WHO melaporkan, Eropa kini menjadi pusat wabah global virus dengan 90 persen kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dilaporkan di sana. Terhitung sejak 15 Juni 2022, kasus infeksi baru meningkat tiga kali lipat dengan total 4.500 kasus terkonfirmasi di 31 negara Eropa.

Kepala WHO Eropa, Henri Kluge, meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya pencegahan cacar monyet. Ia menegaskan, amat penting untuk memperhatikan waktu dalam upaya tersebut.

"Tindakan mendesak dan terkoordinasi sangat penting jika kita ingin mengubah arah dalam perlombaan untuk membalikkan penyebaran penyakit ini yang sedang berlangsung," kata Kluge, dikutip dari CNBC, Sabtu (2/7/2022).

Sebelumnya, WHO menolak untuk menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Namun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, cacar monyet adalah ancaman kesehatan yang terus berkembang. Ia meminta pemerintah di negara-negara untuk tetap meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, dan memastikan orang-orang yang berisiko tinggi memiliki akses ke vaksin dan antivirus.

Kluge menyebut, WHO akan mempertimbangkan kembali penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Ia menyebut, 99 persen pasien cacar monyet di Eropa adalah laki-laki berusia antara 21 dan 40 tahun. Mayoritas pasien yang memberikan informasi demografis diidentifikasi sebagai laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Cacar monyet umumnya menyebar melalui kontak fisik dekat. Namun pada banyak kasus sekarang, virus cacar monyet menular lewat hubungan seks. Kemudian pada sebagian kecil kasus, pasien tidak tertular dari kontak seksual. Anggota keluarga dari individu yang terinfeksi, kontak heteroseksual serta anak-anak juga telah tertular virus.

Hingga kini Kluge melaporkan, mengacu pada informasi yang tersedia di Eropa, hampir 10 persen dirawat di rumah sakit untuk perawatan atau isolasi dan satu pasien berakhir di unit perawatan intensif. Tidak ada satu pun kasus pasien meninggal dunia akibat cacar monyet.

"Tidak ada ruang untuk berpuas diri. Terutama di sini di Kawasan Eropa dengan wabah yang bergerak cepat yang setiap jam, hari dan minggu memperluas jangkauannya ke daerah yang sebelumnya tidak terpengaruh," pungkas Kluge.



Simak Video "WHO Sebut Kasus Cacar Monyet Mulai Menular ke Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya