ADVERTISEMENT

Senin, 04 Jul 2022 15:30 WIB

4 Ciri Gejala Sakit Kepala Akibat COVID-19 dan Cara Mengatasinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ilustrasi sakit kepala atau pusing saat bangun tidur Ilustrasi sakit kepala akibat gejala COVID-19 (Foto: Getty Images/staticnak1983)
Jakarta -

Sejumlah negara, termasuk Indonesia kini menghadapi kenaikan kasus COVID-19. Disebut-sebut pemicunya adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, kedua subvarian yang paling menular dibandingkan strain aslinya (BA.1). Pada gelombang kali ini, gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien COVID-19 adalah sakit kepala.

Aplikasi studi ZOE COVID menyatakan, sebanyak 69 persen pasien COVID-19 mengalami gejala sakit kepala. Pada banyak kasus Long COVID atau gejala virus Corona yang berkepanjangan, sakit kepala menjadi salah satu gejala yang menetap, bahkan ketika pasien sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

"Data kami menunjukkan bahwa sakit kepala ini sering datang dan pergi, tetapi untungnya mereka secara bertahap berkurang seiring waktu," terang pihak aplikasi studi ZOE COVID, dikutip dari Times of India, Senin (4/7/2022).

Ciri Gejala Sakit Kepala Akibat COVID-19

Adapun ciri-ciri gejala sakit kepala akibat COVID-19, di antaranya:

  • Sakit kepala sedang sampai parah
  • Nyeri berdenyut, menekan atau menusuk
  • Sakit di kedua sisi kepala
  • Tahan lebih dari tiga hari
  • Tahan atau tidak responsif terhadap obat penghilang rasa sakit biasa

Sejumlah ahli juga mengungkapkan, sakit kepala akibat COVID-19 memang mirip dengan sakit kepala tegang dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Pada banyak kasus, pasien Corona mengalami sakit kepala seperti adanya tekanan di sekitar dahi, bagian belakang kepala, hingga di leher.

Meskipun demikian, ZOE COVID menjelaskan bahwa tak semua sakit kepala disebabkan oleh virus Corona. Bisa saja dipicu oleh kondisi lain, seperti stres, perubahan pola tidur, melewatkan jam makan, dehidrasi, hingga konsumsi minuman beralkohol.

"Penting untuk diingat bahwa sakit kepala sangat umum, terutama karena banyak dari kita menatap layar begitu lama setiap hari," terangnya.

"Jadi, meski banyak orang dengan COVID-19 mengalami sakit kepala, kebanyakan orang yang sakit kepala bukan disebabkan COVID-19," pungkas pihak ZOE COVID.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Akibat COVID-19

Sejumlah cara mengatasi sakit kepala akibat COVID-19 ini penting diketahui pasien untuk meringankan gejala. Dikutip dari Healthline, Senin (4/7), simak informasi berikut.

1. Minum Banyak Air

Pasien COVID-19 yang mengalami gejala sakit kepala disarankan untuk meminum banyak air putih. Hal ini juga berguna untuk mengatasi terjadinya dehidrasi ringan maupun parah yang bisa memicu sakit kepala.

2. Kompres Air Dingin

Menggunakan kompres dengan air dingin dapat membantu mengurangi gejala sakit kepala. Caranya, kompres air dingin atau es ke leher atau area kepala untuk mengurangi peradangan, memperlambat konduksi saraf, dan menyempitkan pembuluh darah.

3. Minuman Berkafein

Sakit kepala juga bisa diredakan dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh atau kopi. Pasalnya, kafein disebut dapat meningkatkan mood, kewaspadaan, dan menyempitkan pembuluh darah yang dapat memberikan efek positif pada gejala sakit kepala.

4. Tidur yang Cukup

Apabila pasien COVID-19, termasuk subvarian Omicron BA.4-BA.5 mengalami sakit kepala, disarankan untuk tidur dan beristirahat yang cukup. Pasalnya, jika mengalami kurang tidur di saat sedang sakit dapat menyebabkan sakit kepala yang lebih parah.

Menurut

, mereka yang kurang tidur mengalami sakit kepala yang lebih sering dan parah.

Baca juga



Simak Video "Warning! Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat 15 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT