RI Juga Mengalami, Ternyata Ini Biang Kerok BA.4 dan BA.5 Cepat Menyebar

RI Juga Mengalami, Ternyata Ini Biang Kerok BA.4 dan BA.5 Cepat Menyebar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 05 Jul 2022 06:25 WIB
RI Juga Mengalami, Ternyata Ini Biang Kerok BA.4 dan BA.5 Cepat Menyebar
COVID-19 (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 kembali menyebabkan gelombang COVID-19 di sejumlah negara. Demikian pula di Indonesia, kedua subvarian baru ini sudah mendominasi.

Menurut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dari hasil genome sequencing di seluruh Indonesia lebih dari 85 persen varian adalah BA.4 dan BA.5. Sementara di DKI Jakarta, sudah 100 persen BA.4 dan BA.5.

"BA.4-BA.5 itu sudah lebih 85 persen dari varian yang kita genome sequencing. Bahkan untuk DKI Jakarta sudah 100 persen itu adalah varian BA.4-BA.5," beber Menkes dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, apa yang membuat kedua subvarian Omicron ini mampu menyebar dengan sangat cepat?

Subvarian BA.4 dan BA.5 memiliki banyak mutasi yang sama dengan varian Omicron asli. Tetapi, keduanya memiliki lebih banyak kesamaan dengan varian BA.2.

ADVERTISEMENT

Kedua subvarian ini memiliki sejumlah mutasi yang tambahan, beberapa di antaranya dapat mengubah karakteristik mereka. Keduanya juga memiliki mutasi pada gen spike protein yang identik, meskipun mutasi di tempat lainnya berbeda.

Dikutip dari laman resmi GAVI, BA.4 dan BA.5 membawa mutasi L452R yang sebelumnya terdeteksi pada varian Delta. Mutasi ini yang diperkirakan bisa membuat virus lebih menular dengan meningkatkan kemampuannya untuk menempel pada sel manusia, serta menghindari sel-sel kekebalan.

Selain itu, kedua subvarian ini memiliki mutasi F486V, yang terletak di tempat spike protein virus mengikat ke sel manusia. Ini juga bisa membantu virus berhasil menghindar dari respons imun manusia.

Sebagian besar urutan BA.4 dan BA.5 juga memiliki perubahan genetik yang mempengaruhi pembacaan tes PCR. Fenomena ini disebut juga dengan putusnya gen S.

NEXT: BA.4 dan BA.5 mampu menghindari antibodi

Dapat Menghindari Antibodi

Peneliti di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Durban, Afrika Selatan, Alex Sigal menyelidiki sejauh mana antibodi pasca infeksi Omicron asli bisa mencegah varian BA.4 dan BA.5.

Ia menyelidiki 39 orang orang yang memiliki antibodi dari infeksi alami. Dari penelitian itu ditemukan bahwa antibodi tersebut beberapa kali kurang efektif melawan subvarian baru.

Namun, antibodi yang dihasilkan 15 orang yang sudah divaksinasi ternyata lebih efektif dibandingkan yang dihasilkan infeksi alami. Dampaknya, itu bisa menimbulkan dan menyebabkan gelombang infeksi baru.

"Cukup untuk menimbulkan masalah dan menyebabkan gelombang infeksi. Tetapi (itu) tidak mungkin menyebabkan penyakit yang jauh lebih parah daripada gelombang sebelumnya, terutama pada (individu) yang sudah divaksinasi," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sembuh dari Covid Bukan Berarti Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

Berita Terkait