ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 14:30 WIB

COVID-19 Singapura 'Ngamuk' Lampaui 12 Ribu Kasus! Pengunjung RS Dibatasi

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kasus harian COVID-19 di Singapura terus cetak rekor baru. Pada Rabu (29/9) kemarin kasus harian COVID-19 Singapura bahkan melampaui kasus harian di Indonesia. COVID-19 Singapura 'ngamuk' lampaui 12 ribu kasus, pengunjung RS dibatasi. Foto: Getty Images
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan peraturan baru dalam merespons melonjaknya kasus COVID-19 di negara tersebut. Peraturan tersebut merupakan pembatasan jumlah pengunjung rumah sakit dan panti jompo serta mengurangi durasi kunjungan.

Peraturan baru ini mulai efektif berlaku mulai 7 Juli-3 Agustus 2022. Hal ini menurut pemerintah Singapura merupakan upaya untuk melindungi kapasitas perawatan kesehatan serta pasien dan penduduk yang rentan selama periode lonjakan COVID-19.

Pengunjung rumah sakit akan dibatasi durasi kunjungannya selama 30 menit saja. Pasien hanya diperbolehkan menerima dua pengunjung dan hanya satu pengunjung yang diperbolehkan berada di samping tempat tidur perawatan. Namun, bagi pasien yang sangat kritis bisa menerima lima pengunjung yang telah ditentukan.

"Dalam situasi pengecualian, seperti untuk pasien sakit kritis, pasien anak, ibu bersalin atau pasca melahirkan, dan untuk pasien yang membutuhkan dukungan perawatan tambahan, pengunjung dapat diizinkan untuk tinggal lebih dari 30 menit berdasarkan kasus per kasus di rumah sakit," kata Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (6/7/2022).

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, juga menegaskan bahwa semua pengunjung harus memastikan bahwa diri mereka baik-baik saja, dengan melakukan antigen sebelum kunjungan.

"Pengunjung diingatkan untuk tidak makan atau minum di bangsal rumah sakit, atau menggunakan toilet yang diperuntukkan bagi pasien di bangsal. Mereka juga harus menghindari duduk di tempat tidur pasien," tambahnya.

Menurut Menkes Ong Ye Kung, telah ada 700 kasus rawat inap akibat COVID-19 sejauh ini dan dirinya melaporkan telah terjadi 12.784 kasus COVID-19 di Singapura per Selasa (5/7).

"Jumlah kasus rawat inap saat ini sudah hampir 700, sehingga meningkat cukup signifikan. Ini dibandingkan dengan puncak gelombang Omicron awal tahun ini, di mana kami memiliki sekitar 1.700 kasus rawat inap," pungkasnya.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT