ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 15:15 WIB

Status Vaksinasi COVID Pasien BA.4 dan BA.5 RI, Sudah Pada Booster?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi door to door digelar di kawasan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Dalam kegiatan itu, 100 warga menerima vaksin COVID-19 dosis 1,2, maupun booster Status vaksinasi COVID-19 pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di RI. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia kini diterpa lonjakan kasus COVID-19 imbas merebaknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Pada Selasa (5/7/2022), Kementerian Kesehatan RI melaporkan, Indonesia telah mencatat sebanyak 1.179 kasus COVID-19 dengan infeksi kedua subvarian Omicron tersebut.

Data tersebut mengacu pada tren proporsi varian 1 Mei-2 Juli 2022. Kemenkes RI memaparkan, 1.179 kasus tersebut terdiri dari 99 kasus infeksi BA.4 dan 1.080 kasus infeksi BA.5.

Menurut paparannya, pada kasus infeksi BA.5, sebanyak 566 pasien (52,41 persen) bergejala dan 35 pasien (3,24 persen) tidak bergejala. Sedangkan pada kasus infeksi BA.4, 53 pasien (55,18 persen) bergejala dan 1 pasien (3,31 persen) tidak bergejala.

Status Vaksinasi COVID-19 Pasien

Kemudian mengacu pada manifestasi klinis dan vaksin per 4 Juli pasien BA.4 dan BA.5, sebanyak 25 pasien (2,31 persen) BA.5 dan 5 pasien (5,05 persen) BA.4 belum divaksinasi COVID-19.

Lebih lanjut, berikut data jumlah pasien BA.4 dan BA.5 yang sudah menerima sebanyak satu, dua, tiga, dan empat dosis vaksin COVID-19:

Dosis 1:

  • BA.5: 14 orang (1,30 persen)
  • BA.4: 1 orang (1,01 persen)

Dosis 2:

  • BA.5: 243 orang (22,50 persen)
  • BA.4: 17 orang (17,17 persen)

Dosis 3:

  • BA.5: 544 orang (50,37 persen)
  • BA.4: 55 orang (55,56 persen)

Dosis 4:

  • BA.5: 1 orang (0,09 persen)
  • BA.4: 1 orang (1,01 persen)

Efek Vaksin COVID-19 pada Pasien BA.4 dan BA.5

Dalam kesempatan lainnya, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menjelaskan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 memang lebih 'lincah' dalam menghindari imunitas dan efektivitas vaksin COVID-19.

"(BA.4 dan BA.5) lebih mudah menginfeksi karena dia mengambil mutasi dari Delta yang bisa membuat dia mudah terikat di reseptor ACE 2 yang L452 itu. Kemudian dia ada mutasi F486 V yang membuat dia sangat lincah menghindar dari respons imunitas, antibodi," terang Dicky pada detikcom beberapa waktu lalu.

"Akhirnya bisa menurunkan efikasi jauh lebih efektif dibandingkan subvarian lain dalam menyiasati antibodi yang terbentuk entah dari infeksi maupun vaksinasi," imbuhnya.

Namun kabar baiknya, pada orang yang sudah memiliki imunitas dari tiga dosis vaksin COVID-19 atau dikombinasikan dengan infeksi alamiah virus Corona, gejala yang timbul akibat BA.4 dan BA.5 akan lebih ringan, bahkan tidak ada gejala sama sekali.

"Orang yang sudah memiliki imunitas khususnya kalau tiga dosis, kemudian hybrid sudah dua dosis juga terinfeksi khususnya yang infeksinya Delta misalnya, ini mereka apalagi usianya masih muda itu yang cukup bisa menjadi barrier. Sehingga kasus infeksi yang menimpa mereka itu umumnya tidak bergejala atau bergejala ringan," pungkas Dicky.



Simak Video "Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Masuk Mal, Begini Respons Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT