ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 10:00 WIB

Bukan Demam, Ini Gejala Awal yang Muncul pada Gelombang COVID-19 Kali Ini

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Ilustrasi tes COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia kini kembali 'ngegas'. Disebut penyebabnya adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, kedua subvarian yang diyakini sangat menular dibandingkan strain aslinya. Bahkan juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril juga menyebut sudah 87 persen subvarian BA.5 mendominasi kasus COVID-19.

"Dan sebagai informasi, sudah 87 persen BA.5 sudah mendominasi di COVID ini. Jadi sudah bergeser ke subvarian BA.5," tuturnya saat live di Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (4/7/2022).

Adapun gejala paling banyak dilaporkan di gelombang COVID-19 kali ini bukanlah demam dan batuk, melainkan sakit kepala. Hal ini dilaporkan dari studi COVID ZOE, aplikasi di Inggris yang digunakan oleh para relawan yang melaporkan kondisi kesehatan dan gejala COVID-19, serta hasil tes COVID-19 positif atau negatif dalam beberapa waktu sejak terinfeksi.

Data yang diberikan kemudian dianalisis oleh peneliti di King's College London yang melacak infeksi di seluruh Inggris. Kemudian, peneliti mengidentifikasi kelompok warga dan wilayah yang memiliki tinggi risiko terinfeksi atau penularan virus Corona.

Studi tersebut mengungkapkan, lebih dari dua pertiga pasien COVID-19 mengalami sakit kepala sebelum menjalani tes dan mendapatkan hasil positif COVID-19. Beberapa pasien mengidap sakit kepala lebih dulu sebelum mengalami kesulitan bernapas.

'Alumni' Omicron Bisa Reinfeksi?

Lebih lanjut, studi ini juga mengungkap potensi seseorang terkena kedua subvarian Omicron ini setelah pernah terinfeksi Omicron BA.1 dan BA.2. Biasanya kasus reinfeksi tersebut tidak terjadi dalam waktu kurang dari tiga bulan pasca infeksi pertama.

"Pasti ada banyak orang yang terkena COVID di awal tahun yang mendapatkannya lagi, termasuk beberapa dengan BA4 atau BA.5 yang sebelumnya pernah terinfeksi BA.1 atau BA.2 (dalam waktu) hanya empat bulan yang lalu, siapa yang mengira mereka akan dilindungi," ujar pemimpin aplikasi ZOE Health Study Prof Tim Spector, dikutip dari Mirror News UK, Sabtu (9/7/2022).

Saksikan juga Sudut Pandang minggu ini: Jalur Maut Perlintasan Kereta.

[Gambas:Video 20detik]



(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT