ADVERTISEMENT

Sabtu, 09 Jul 2022 12:00 WIB

Curhat Pasien Omicron BA.5 Rasakan Gejala Tak Biasa saat Terpapar

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ilustrasi virus covid-19 omicron BA.5 Ilustrasi Omicron BA.5 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn)
Jakarta -

Merebaknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang kini mulai mendominasi membuat dunia kembali khawatir. Pasalnya, kedua subvarian ini diyakini lebih menular dibandingkan strain aslinya BA.1 maupun Delta. Bahkan masa inkubasi sampai timbulnya gejala dari kedua subvarian ini hanya memerlukan waktu 1 sampai 3 hari.

Salah satu pasien wanita bernama Dr Claire Taylor membagikan pengalamannya usai terinfeksi subvarian Omicron BA.5. Lewat media sosial miliknya, ia mengaku mengalami gejala tak biasa saat dinyatakan positif COVID-19.

Wanita yang berprofesi sebagai dokter asal Inggris itu bersama putranya mengalami gejala yang mirip dengan meningitis. Keduanya mengalami sakit dan kaku pada leher, bahkan sensitif terhadap cahaya.

"Saya merasakan sakit di mana-mana (tubuh), terasa seperti ditabrak bus, sakit di sekujur tubuh," tulis Dr Claire di akun Twitter miliknya, dikutip dari Express UK, Sabtu (9/7/2022).

Dr Claire juga mengungkapkan rasa sakit pada tubuhnya itu berlangsung selama beberapa hari sebelum lehernya menjadi kaku. Selain itu, wanita asal Inggris ini juga mengalami gejala mati rasa, kesemutan di lengan kiri, serta gangguan penglihatan.

"Saya sebenarnya tidak bisa menggerakkan leher saya sama sekali. Suhu tubuh naik dan merasa tersiksa. Tidak ada gejala flu sama sekali," tegasnya.

"Empat hari kemudian (sekarang pada hari ke 14 [penyakit] mati rasa dan kesemutan hilang," lanjutnya.

Sedangkan putranya mengalami gejala leher kaku yang menyakitkan dan suhu badan yang tinggi pada hari pertama dinyatakan positif COVID-19. Awalnya, Dr Claire mengira gejala tersebut berasal dari penyakit meningitis.

Namun beberapa hari kemudian setelah dinyatakan negatif COVID-19, gejala-gejala yang dirasakan itu perlahan sembuh setelah dua minggu.

"Ini seperti bukan virus pernapasan untuk anak saya dan saya - itu pada dasarnya adalah meningitis virus (demam, sakit leher dan kekakuan dan tidak suka cahaya terang)," cuit dokter itu.



Simak Video "Omicron Baru BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia, Waspada Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT