Catat! 10 Gejala Teratas BA.5 dan BA.4 yang Wajib Diperhatikan

ADVERTISEMENT

Catat! 10 Gejala Teratas BA.5 dan BA.4 yang Wajib Diperhatikan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 11 Jul 2022 08:01 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Belakangan, kasus infeksi COVID-19 di sejumlah negara kembali melonjak. Salah satu hal yang disebut-sebut menjadi penyebabnya adalah munculnya subvarian Omicron baru yakni BA.5 dan BA.4.

Kedua varian tersebut menjadi penyebab kasus paling banyak. Namun, para ahli kesehatan mengatakan belum menemukan bukti yang kuat bahwa BA.5 dan BA.4 ini bisa menyebabkan gejala yang lebih serius dibandingkan varian Corona sebelumnya.

"Varian BA.5 khususnya, benar-benar mendorong munculnya gelombang COVID-19 kali ini. Dan dapat menyebabkan kasus di rumah sakit mencapai level tertinggi dalam 18 bulan di Inggris," kata pejabat kesehatan paling senior di Inggris, Dr Jenny Harries, dikutip dari laman National World, Senin (11/7/2022).

Maka dari itu, Dr Harries mendesak agar orang-orang kembali memakai masker, baik ditempat terbuka yang ramai maupun tertutup. Ia juga menganjurkan agar kembali menjalankan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan hingga menjaga jarak untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Menurut data dari aplikasi ZOE Covid Study, ada 10 gejala BA.5 dan BA.4 yang kini banyak dilaporkan. Berikut gejalanya:

1. Hidung meler atau pilek

Gejala ini dilaporkan oleh 66 persen pengguna aplikasi Covid ZOE. Hidung meler atau pilek ini menjadi salah satu gejala utama dari Omicron. Ini juga menjadi gejala dari flu atau demam biasa, tetapi jika merasa tidak sehat segera melakukan tes COVID-19 atau mengisolasi hingga kondisi membaik.

2. Sakit tenggorokan

Sebanyak 65 persen orang melaporkan sakit tenggorokan yang terjadi saat awal infeksi. Disarankan untuk mengkonsumsi banyak cairan agar membantu meringankan rasa sakit.

3. Sakit kepala

Sakit kepala sering menjadi salah satu tanda awal infeksi dan sekarang jauh lebih umum daripada demam atau kehilangan indera perasa serta penciuman. Sebanyak 64 persen orang melaporkan gejala ini di aplikasi ZOE Covid.

Sebuah penelitian di Norwegia juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi Covid cenderung mengalami sakit kepala sedang hingga berat, atau merasakan nyeri berdenyut atau menusuk di kepala.

4. Batuk terus menerus

Batuk terus-menerus menjadi salah satu gejala COVID-19 yang klasik. Ini biasanya dialami sekitar 4 dari 10 orang yang dites positif. Gejala batuk ini bisa terjadi berkali-kali, selama setengah hari atau lebih, dan terasa sangat kering.

5. Kelelahan (ringan dan berat)

Gejala ini dilaporkan oleh 62 persen orang yang terkait dengan Omicron, serta jenis varian Corona sebelumnya. Biasanya gejala ini berlangsung antara 5-8 hari dan membuat pasien merasa lelah, meski sudah beristirahat atau tidur nyenyak.

6. Bersin

Lebih dari 50 persen orang yang terinfeksi COVID-19 melaporkan bersin sebagai gejala di aplikasi ZOE Covid. Menariknya, itu cenderung lebih umum di antara orang-orang yang telah divaksinasi dan kemudian dites positif COVID-19.

7. Suara serak

Orang yang terinfeksi Omicron telah melaporkan mengalami suara serak sebelum mulai merasa tidak sehat. Studi telah menemukan ada hubungan antara Covid dan mobilitas pita suara, dengan infeksi yang meningkatkan risiko kelumpuhan pita suara karena kerusakan saraf perifer. Ini merupakan tanda awal infeksi dan biasanya akan menyebabkan sakit tenggorokan.

8. Nyeri sendi yang tidak biasa

Sakit dan nyeri di tubuh yang tidak biasa dilaporkan sebagai gejala dari semua varian Corona. Beberapa pasien yang terinfeksi Omicron mengeluhkan nyeri punggung bawah. Nyeri seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari dan biasanya akan terjadi pada awal penyakit.

9. Demam

Demam biasanya mempengaruhi sekitar 4 dari 10 orang yang terinfeksi Covid, menurut penelitian ZOE Covid. Bagi mereka yang berusia di bawah 65 tahun, memiliki suhu di atas 37,8 Celcius kemungkinan besar merupakan tanda virus corona. Bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun atau sangat kurus, angka di atas 37,4 Celcius dapat mengindikasikan infeksi.

10. Menggigil

Merasa menggigil atau kedinginan adalah respons umum terhadap infeksi bakteri atau virus yang menyebabkan demam. Studi Zoe Covid menyebutkan demam biasanya akan terjadi pada minggu pertama sakit dan cenderung berlangsung cukup cepat.



Simak Video "Mengenal Hiposmia, Gejala Baru Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT