ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Jul 2022 14:25 WIB

Jamaah Haji Pulang Ke Tanah Air Wajib Karantina Mandiri 21 Hari

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jamaah calon haji melambaikan tangan saat menaiki tangga menuju pesawat Airbus 330-300 di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (12/6/2022) malam. Sebanyak 360 jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diberangkatkan menuju tanah suci Arab Saudi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww. Jamaah haji Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mencatat ada sekitar 4.765 Jemaah haji gelombang pertama yang akan pulang ke Tanah Air pada 15-16 Juli mendatang. Jemaah haji yang tiba di Indonesia akan melalui sejumlah pemeriksaan kesehatan.

"Bagi jemaah yang tiba di Tanah Air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi," ucap Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana, MARS dalam keterangan resmi, Rabu (13/7/2022).

Skrining yang dimaksudkan adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen.

"Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke RS rujukan COVID-19, " jelas dr Budi.

Sementara itu bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat, saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.



Simak Video "Ahli Minta Jemaah Haji Tak Gunakan Alat Cukur Bergantian"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT